
JoSS, SEMARANG – Semarang memiliki kekayaan kuliner khas, baik berupa kudapan, menu makanan maupun minuman. Saat berkunjung ke Kota Semarang, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi minuman khas satu ini. Wedang Tahu namanya, minuman khas Kota Semarang yang melegenda.
Wedang tahu adalah minuman beraroma jahe dan berisi kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai. Minuman ini berkhasiat sebagai penghangat tubuh dan sangat cocok bila dinikmati pada musim hujan, pada pagi ataupun sore hari.
Wedang Tahu terbuat dari susu kedelai yang dicampur dengan air garam, dan bubuk agar-agar yang dimasak sehingga menjadi kembang tahu atau tahu sutera, yang akan dijadikan sebagai isi dari wedang Tahu tersebut.
Ada kesamaan rasa dalam kuah wedang tahu ini dengan wedang ronde, hanya saja yang membedakan adalah wedang ronde terdiri dari beberapa macam komposisi yang penuh warna sedang wedang tahu sendiri hanya minimal warna saja.
Namun, soal rasa tak beda jauh. Penjual wedang tahu biasa menjajakannya dengan pikulan atau berada di pinggir jalan dan untuk menarik perhatian para calon pembeli, mereka membunyikan peranti musik teng-teng berukuran mini dengan pemukul dari kayu.
Wedang Tahu konon berasal dari negeri Tingkok yang dibawa yang dibawa ke Indonesia pada akhir abad ke-19, oleh seorang imigran dari negeri tersebut sehingga menjadi minuman khas Semarang.
Wedang Tahu bisa ditemui di banyak tempat di Kota Semarang, seperti di PAsar Semawis di kompleks pecinan Semarang, di Jalan Gajah Mada, atau ada juga di Jalan Setia Budi, Srondol Kulon, Banyumanik. Tepatnya kiri jalan sebelum pertigaan patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip). Minuman tradisional itu bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocek Rp7.000 saja.
Baca juga: Wedang Serai Jeruk Nipis Bikin Sehat dan Cantik
Salah satu penjual Wedang Tahu Andi Eko mengatakan bahwa minuman tradisional ini berasal dari tradisi Tionghoa yang dibawa ke Semarang pada abad 19. Minuman ini sangat populer di Kota Semarang dan sering diikutkan dalam ajang pameran makanan dan minuman.
“Dari sejarahnya itu dibawa langsung oleh orang Tionghoa ke Semarang. Pertama kali ke Semarang sebelum tenar di berbagai daerah,” kata Andi yang sudah berjualan menggantikan ayahnya sejak tahun 2014, katanya dikutip dari Bisnis.com.
Andi mengatakan, minuman tradisional Wedang Tahu ini memiliki khasiat yang bisa dirasakan oleh penikmatnya. Terutama bagi ibu hamil yang ingin keturunannya cantik atau ganteng.
“Banyak yang bilang itu, kalau ada ibu hamil ketika minum Wedang Tahu ini dipercaya nanti anaknya jadi bersih, kulitnya putih, cantik dan ganteng. Selain itu juga ada yang membuat tetap awet muda,” tuturnya.
Dia mengatakan, resep Wedang Tahu ini rahasia. Tidak semua orang bisa membuat. Menurutnya, hanya orang yang diwarisi bisa menjual Wedang Tahu.
“Resepnya rahasia dan biasanya dilanjutkan oleh keluarga keturunan. Tidak bisa sembarangan orang. Saya sendiri keturunan ke 3 sejak kakek saya berjualan,” jelasnya
Lebih lanjut Andi mengatakan, selama pandemi Covid 19 ini penjualan Wedang Tahu sedikit menurun. Penjualan setiap hari menurun hampir 30 persen dibanding sebelum pandemi.
“Setiap hari ini selama pandemi paling bisa terjual 50 porsi. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 80-100 mangkuk Wedang Tahu,” katanya. (lna)

Leave a Reply