Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia Serahkan Kebijakan Perkuliahan Tatap Muka Pada Universitas

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof. Jamal Wiwoho (Foto: uns.ac.id)

JoSS, SOLO – Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho menyerahkan sepenuhnya kebijakan untuk menggelar Perkuliahan tatap Muka (PTM) ke masing-masing rektor selama memenuhi persyaratan yang diberlakukan pemerintah

Ia menambahkan, dalam beberapa rapat yang pernah digelar MRPTNI, mayoritas PTN sudah siap menggelar PTM dan mengingatkan bahwa pelaksanaan PTM harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengatur tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/ 2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Rektor berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 manakala akan membuka (red: PTM). Karena sebetulnya masing-masing rektor sudah pada siap,” ujar Prof. Jamal saat ditemui usai menjalani vaksinasi Covid-19 bersama Kapolri dan Wali Kota Surakarta di Pendaphi Gedhe Sala, Kamis (25/3/2021) sore.

Dalam hal ini, Prof. Jamal menegaskan PTM harus dilakukan secara bertahap dan bersyarat. Pernyataan ini sama seperti yang ia lontarkan pada 11 Februari lalu soal rencana penyelenggaraan PTM di awal semester genap.

Baca juga: UGM Mulai Kuliah Tatap Muka Terbatas Pada Agustus 2021

“Bersyarat itu Satgas Covid-19 harus memperbolehkan, orang tua memperbolehkan, dan anak-anak punya pilihan, ikut atau tidak ikut,” imbuhnya, dilansir dari uns.ac.id.

Saat ditanya mengenai kelanjutan koordinasi antara UNS dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, ia mengatakan UNS sudah siap jika telah diberikan izin.

“Kalo saya sepanjang Satgas Covid-19 ok, saya it’s ok. No problem-lah. Tapi, tidak seluruhnya boleh masuk, sebagian saja. Supaya tidak terjadi kerumunan yang banyak,” tambah Prof. Jamal.

Prof. Jamal menyampaikan, agenda untuk membicarakan dimulainya PTM di UNS dengan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, sudah direncanakan. Dalam hal ini, Gibran Rakabuming Raka berencana untuk bersilaturahmi ke UNS.

“Iya sebetulnya sudah kita jadwalkan hari Senin lalu. Tapi, karena Mas Gibran ada acara kemudian di-cancel. Dan, tadi sudah menyampaikan mohon maaf belum bisa ke sana (red: UNS). Memang akan ke UNS,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*