JoSS, SOLO – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio mengusulkan K.G.P.A. Mangkunegara VII menjadi pahlawan nasional bidang penyiaran.
Pengusulan gelar kepahlawanan itu mengingat, raja Kadipaten Praja Mangkunegaran yang dibantu Sarsito Mangunkusuma itu mendirikan Soloche Radio Vereeniging (SRV) pada 1 April 1933.
Peristiwa itu menjadi titik awal penyiaran di Tanah Air, selain sebagai alat perjuangan SRV untuk promosi kebudayaan Indonesia ke dunia luar.
Hal itu disampaikan Agung Suprio di sela napak tilas lahirnya penyiaran dari Kota Solo yang diikuti seratusan tokoh pada Minggu (28/3/2021). Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi cikal bakal penyiaran nasional.
Dilansir dari Solopos.com, sejumlah yang menghadiri agenda tersebut di antaranya, Wakil Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa. Kemudian hadir pula Staf Ahli Menkominfo Widodo Muktio dan juga jajaran Dewan Pengawas LPP RRI dan TVRI.
Baca juga: Soegarda, Hoegeng dan Dokter Kariadi Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
“Saat itu radio belum canggih dan radio itu yang disebut SRV, berhasil mengingatkan kita semua dan dunia karena sampai Belanda tentang eksistensi nusantara. Jauh sebelum merdeka, radio itu sudah menunjukkan eksistensi republik ini. Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah, kepada Presiden Jokowi Agar Mangkunegara VII ditetapkan sebagai pahlawan nasional di bidang penyiaran,” kata dia, kepada wartawan.
Napak tilas dengan bersepeda santai itu dimulai dari halaman Balai Kota Solo pukul 06.30 WIB, lalu mengunjungi Pura Mangkunegaran tempat bertahtanya Mangkunegara VII.
Di Pura Mangkunegaran, peserta napak tilas mendapatkan penjelasan tentang kiprah Raja Solo tersebut. Mangkunegara VII memanfaatkan SRV sebagai sarana edukasi, promosi kebudayaan Indonesia, juga sebagai alat perjuangan melawan penjajah. Seusai berkeliling Pura Mangkunegaran, rombongan kemudian menuju Monumen Pers lalu ke LPP RRI Surakarta.
Usulan gelar pahlawan nasional kepada Mangkunegara VII itu langsung direspons Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almasyhari mendukung usulan tersebut.
“Hari ini kita bisa melihat jejak penyiaran di tanah air bermula dari SRV. Dari temen-temen mengusahakan agar Mangkunagara VII menjadi Pahlawan Penyiaran Indonesia, saya setuju sekali,” kata dia. (lna)

Leave a Reply