Hujan Es Terjadi Lagi di Sleman, BMKG: Potensi Cuaca Esktrem Ini Diperkirakan Hingga April

Foto: twitter @merapi_uncover

JoSS, SLEMAN – Hujan es terjadi di Kabupaten Sleman dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY Stasiun Klimatologi Sleman memprediksikan cuaca ekstrem seperti hujan lebat/es disertai petir dan angin kencang/puting beliung berpotensi masih akan berlangsung hingga April mendatang.

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman, Rabu  (3/3/2021) siang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menyebabkan banjir. Pohon yang tumbang tersebut menimpa beberapa bangunan rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, jaringan listrik dan menutup akses jalan serta menimpa mobil.

Selain itu angin kencang juga menyebabkan beberapa atap rumah dan tempat usaha rusak dan berterbangan.  Sedangkan banjir terjadi di Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Kabid Kedarurutan dan Logistik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan pohon tumbang terjadi di 25 titik lokasi yang tersebar kalurhan Hargobinangung dan Purwobinangun, Pakem, Kalurahan Mororejo, Tempel, Kalurahan Girikerto dan Donokerto, Turi, serta Kalurahan Sinduadi dan Sumberadi, Mlati.

“Itu laporan yang masuk hingga pukul 17.00 WIB,” kata Makwan, Rabu  (3/3/2021) dilansir dari Inews.id.

Makwan menjelaskan di Kalurahan Hargobinangun,  pohon tumbang  merusak tempat usaha, di  Kalurahan Purwobinangun: pohon tumbang menimpa dua rumah warga, dua titik Jaringan listrik dan  fasilitas pendidikan (BLK). “Angin kecang  juga merobohkan satu tower,” ujarnya.

Baca juga: Masa Pancaroba, BMKG Peringatkan Waspada Angin Puting Beliung

Di Kalurahan Mororejo  pohon tumbang menimpa jaringan listik. Di kalurahan Donokerto, pohon tumbang menimpa delapan rumah warga, 33 titik jaringan listrik dan fasilitas ibadah. Di Kalurahan Girikerto pohon tumbang melintang di jalan. Di Kalurhan Sinduadi pohon tumbang menimpa mobil warga dan di Kelurahan Sumberada pohon tumbang  menimpa rumah warga.

“Petugas TRC BPBD Sleman bersama relawan dan masyarakat langsung melakukan pembersihan dan assesment, termasuk memberikan logistik. Untuk banjir di Blunyah Gede dari laporan air sudah surat,” katanya. Sedangkan untuk hujan es, dilaporkan terjadi di tiga lokasi, yakni Babadan, Kelurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Turi Kalurahan Donokerto Kapanewon Turi dan Temulawak Kelurahan Caturharjo Kapanewon Sleman.

Sebelumnya pada Selasa (2/3/2021) masyarakat Bangunkerto, Kapanewon Turi, dikejutkan dengan fenomena hujan es yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan es juga terjadi, sebagian kawasan Barat Baya lereng Merapi dilanda angin kencang. Dilaporkan sejumlah pepohonan tumbang seperti terjadi di Dusun Bangunsari, Bangunkerto, Turi. Beberapa pohon juga dilaporkan tumbang di Kopen Lumbungrejo, Tempel.

Fenomena hujan es sebelumnya melanda wilayah Argomulyo, Cangkringan pada Sabtu (27/2/2021) sore. Selain di Argomulyo, fenomena hujan es juga dirasakan warga Bimomartani, Ngemplak. Waktunya juga bersamaan dan terjadi pada sore hari. Sebelum fenomena hujan es terjadi, kedua wilayah tersebut dilanda hujan lebat disertai angin kencang. Selang beberapa menit hujan lebat berubah menjadi butiran-butiran es sebesar kelereng.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan hujan es merupakan fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. “Saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi maka pengaruh pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atas/atmosfer dan mengalami pendinginan,” jelas Reni.

Menurut Reni, setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level. “Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar,” katanya.

Ke depan, lanjutnya, potensi hujan es masih akan terjadi hingga berakhirnya masa pancaroba sekitar April mendatang. Dia menghimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat/es disertai petir dan angin kencang/puting beliung. “Selalu memperhatikan perubahan cuaca dan update informasi cuaca dari BMKG DIY Stasiun Klimatologi Sleman,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*