[widget id="text-5"]

UGM Resmikan Unit Pemeliharaan Ikan Hias di Panti Asuhan Al-Muthiin Banguntapan Bantul

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Jamhari, bersama para pengelola Panti Asuhan Al-Muthiin saat peresmian Unit Pemeliharaan Ikan Hias di Panti Asuhan Al-Muthiin, Bantul, Senin (8/2) (Foto: ist)

JoSS, BANTUL – Fakultas Pertanian UGM melakukan panen ikan nila sekaligus meresmikan Unit Pemeliharaan Ikan Hias di Panti Asuhan Al-Muthiin, Banguntapan Bantul, Senin (8/2). Panen ikan dan peresmian ini dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Jamhari, bersama para pengelola Panti Asuhan Al-Muthiin.

Jamhari menjelaskan panen ikan nila ini merupakan kegiatan yang sebenarnya sudah sering dilakukan, tetapi untuk panen ikan kali ini bersamaan dengan kegiatan yang lain yaitu Peresmian Unit Pemeliharaan Ikan Hias. Unit Pemeliharaan Ikan Hias ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Dalam kerja sama itu salah satu kegiatan dalam rangka Lustrum ke 15 Fakultas Pertanian UGM adalah budi daya ikan dengan bak fiber glass central drain dengan system resirkulasi filter vertical. Kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung selama 4 tahun,” katanya, dilansir dari ugm.ac.id.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai penerapan program, pengabdian masyarakat, sekaligus sebagai salah satu implementasi untuk mengembangkan socio-intreprenership dalam bidang pertanian terpadu dalam arti luas yang meliputi pertanian, perikanan dan peternakan. Ia menjelaskan dalam 9 bak dengan ukuran diameter 1,5 dibudidayakan ikan nila dan gurami.

Jenis ikan yang dibudidayakan ini disesuaikan dengan kecenderungan permintaan jenis ikan yang cenderung memiliki harga jual dan memberi keuntungan cukup tinggi. Pada tahun 2017-2019 sempat diproduksi lele dan kemudian mulai tahun 2020 diproduksi nila dan gurami.

“Selain dijual untuk meningkatkan kemandirian panti asuhan hasil panen ikan juga diberikan untuk anak-anak panti dan keluarganya untuk meningkatkan gizi keluarga,” katanya.

Baca juga: Ini Keunggulan Labu Susu Citra LaGa Hasil Pengembangan Peneliti UGM

Jamhari mengatakan budi daya ikan ini menggunakan sistem akuaphonik sehingga hasil sampingannya adalah sayuran. Cara budi daya semacam ini dinilai cocok untuk daerah-daerah padat penduduk sehingga berusaha mengoptimalkan lahan dan sumber daya air.

“Selain ikan konsumsi, untuk saat ini juga sudah dimulai memproduksi ikan hias yang mempunyai potensi pemasaran local dan internasional yang sangat besar,” terangnya.

Dalam program budi daya ikan konsumsi dan ikan hias ini, Fakultas Pertanian UGM berperan dengan memberikan bantuan dana dalam bentuk skema pengabdian pada masyarakat. Selain itu, untuk keberlangsungan budi daya ini Faperta UGM secara terus menerus melakukan pendampingan dan penerapan teknologi tepat guna.

“Pengabdian masyarakat ini terutama didampingi oleh Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc dan tim. Dengan program pengabdian masyarakat yang berlokasi di satu tempat maka dapat memberikan manfaat yang lebih baik untuk masyarakat, dosen dan mahasiswa, dan mahasiswa pun dapat memanfaatkan ini sebagai fasilitas untuk penelitian, kerja lapangan dan magang,” ucapnya.

Secara khusus untuk pengembangan ikan hias ini merupakan bantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan pendampingan dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Pengembangan ikan hias yang dimulai di awal tahun 2021 ini diharapkan mencapai target untuk bisa mengikuti keberhasilan  budi daya ikan konsumsi sebelumnya.

“Lahan yang dibutuhan tidak terlalu luas, tetapi mempunyai nilai tambah yang tinggi. Hal ini tentu sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai produser ikan hias utama di dunia,” urainya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]