Sejumlah Pengungsi Sudah Pulang ke Rumah, Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1,2 KM

Foto: twitter IG: Merapi Uncover@merapi_uncover/#ndasma@anang_batas

JoSS, JOGJA – Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncuran 1,2 kilometer pada Kamis (11/2/2021) dinihari. Padahal sedikitnya 136 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (9/2/2021).

Berdasarkan data BPPTKG pada Kamis (11/2/2021) periode pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB kondisi Merapi dengan cuaca berawan. Angin bertiup sedang ke arah tenggara. Suhu udara 18-24 °C, kelembaban udara 56-90 %, dan tekanan udara 756-919 mmHg. Secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati. Pada periode ini terpantau dua kali guguran lava dengan jarak 1,2 kilometer.

“Teramati dua kali guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1.200 meter ke arah barat daya,” kata kepala BPPTKG Hanik Humaida Kamis (11/2/2021).

Aktivitas kegempaan periode Kamis pagi terpantau guguran terjadi 39 kali dengan amplitudo  3-31 mm dan durasi antara 12 detik hingga 155 detik. Gempa fase banyak terjadi 2 kali dengan durasi antara 6 sampai 12 detik. Pada periode ini tidak dilaporkan adanya gempa vulkanik dan gempa embusan.

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Terjadi, Status Darurat Bencana Diperpanjang

Sedangkan pada periode pengamatan Rabu (10/2/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB tercatat guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 700 meter.

“Teramati guguran lava pijar dua kali dengan jarak luncur maksimum 700 meter ke barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong,” katanya.

Sebelumnya, sedikitnya 136 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (9/2/2021).

Lurah Purwobinangun Heri Suasana mengatakan permukiman Turgo masih dalam radius aman dari erupsi Merapi yang ditetapkan oleh BPPTKG, yakni di atas lima kilometer. Jarak terdekat permukiman Turgo dari puncak Gunung Merapi adalah enam kilometer.

“Tetapi kalau misal warga merasa tidur di rumah kurang tenang, nanti kalau malam warga bisa tidur di posko pengungsian sementara di SD Sanjaya Tritis,” ujar Heri Suasana, Selasa (9/2/2021).

Pengungsi yang dipulangkan sebanyak 136 orang. Mereka mengungsi ke barak pengungsian Purwobinangun sejak 27 Januari 2021 ketika Merapi erupsi besar dan kini sudah merasa sudah untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

“Warga sudah hafal dan sudah lama tinggal di sana. Jadi kami ikuti saja, kalau memang warga sudah merasa nyaman pulang ke rumah masing-masing ya kami antar pulang, tapi kalau warga masih khawatir dan ingin bertahan di barak ya kami ikuti,” ujar Heri. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*