Perbaikan Longsor di Tol Cipali Butuh Waktu 3 Pekan, Contraflow Diberlakukan Mulai KM 177-126

Jalan Tol Cipali km 122 ambles (Foto: infopublik/timlo.net)

JoSS, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan perbaikan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang longsor pada Senin (8/2/2021) membutuhkan waktu sekitar 2-3 pekan. Untuk itu, akan diberlakukan contraflow pada Kilometer 177 – 126.

Kementerian PUPR menyatakan bahwa bencana longsor tersebut membuat jalan retak sepanjang 40 meter dan tidak dapat dilalui kendaraan. Adapun, pemerintah akan membangun dua lajur sementara sepanjang 200 meter pada Kilometer 122+300 hingga 122+500.

“Waktu pengerjaan [lajur sementara tersebut] 10 hari. Kami tengah melakukan sejumlah upaya untuk penanganan longsoran tersebut, seperti pemasangan sheet pile di sisi median untuk proteksi lajur Jakarta menuju Semarang dan proteksi potensi gerakan di lokasi sliding,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian melalui keterangan resmi, Rabu (10/2/2021).

Hedy menambahkan pihaknya telah meminta agar badan usaha jalan tol (BUJT) bersangkutan segera  melakukan pengerukan badan jalan. Hal tersebut dinilai penting untuk persiapan perbaikan dan pemasangan bore pile dan counterweight untuk pengamanan bidang gelincir.

Dia memperkirakan pemasangan bore pile dan counterweight tersebut memerlukan waktu sekitar 2-3 minggu. Secara total, pemasangan bore pile untuk menahan longsor akan memakan waktu hingga 1,5 bulan.

BUJT yang bertanggung jawab atas penanganan longsor tersebut adalah Astra Tol Cipali. Hedy menyatakan Astra Tol Cipali telah menunjuk konsultan dan kontraktor untuk menangani bencana longsor tersebut.

“Mereka sedang menyiapkan mobile office atau kontainer, dan hari ini mulai persiapan detour dan mobilisasi alat serta sheet pile,” katanya.

Baca juga: BPJT: Sepanjang 2021 Ada 31 Ruas Jalan Tol Yang Alami Kenaikan Tarif

Sementara itu, Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor untuk melakukan perbaikan jalan. Agung meminta agar pengguna jalan tol Cipali tetap berhati-hati sebelum melakukan perjalanan melalui jalan  tol.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan musim hujan dengan kondisi ekstrem selalu berujung pada tingginya potensi banjir dan longsor. Selain itu, ada potensi pergerakan tanah seperti yang terjadi di lajur Tol Cipali.

“Longsor itu bisa bukit luruh ke bawah seperti (bencana longsor) di Sumedang, atau karena air pergerakan tanah yang menimpa (di ruas jalan tol) Cipali. Saya kira tinggal diperbaiki saja,” katanya, seperti dilansir dar Kabar24.bisnis.com.

“Cipularang juga, inget ga yah, tahun-tahun terdahulu kan ada pergerakan sampai terjadi perubahan. Mudah mudahan (Cipali) bisa secepatnya pulih sehingga tidak mengganggu arah yang ditutup, sehingga harus contra flow,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 122, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, amblas akibat diguyur hujan intensitas tinggi sejak Sabtu (6/2/2021).

Kerusakan akibat diguyur hujan itu, terjadi di Cirebon menuju Jakarta. Amblasnya jalan tersebut pun memiliki kedalaman bervariasi hingga 40 sentimeter dan keretakan lebih dari lima meter. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*