Masuk Musim Baratan, Stok Pangan dan BBM di Karimunjawa Aman

Gerbang Dermaga Karimunjawa. (Foto: Wahyu Pradana Wahyono/d'Traveler/detik.com)

JoSS, JEPARA – Persediaan kebutuhan pangan maupun bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tersedia dalam jumlah aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dalam memasuki masa baratan.

Istilah baratan atau Musim Baratan atau paceklik merupakan adanya pergerakan angin yang kencang dan disertai hujan yang lebat mengakibatkan perairan di Laut Jawa bergelombang tinggi, aktifitas nelayan akan berhenti sementara.

Biasanya jika ketinggian gelombang mencapai 2 Meter maka aktifitas penyebarangan dari Jepara ke Karimunjawa atau sebaliknya akan diberhentikan oleh pihak terkait. Karena kebanyakan armada penyeberangan yang digunakan sebagai alat transportasi masih berukuran kecil.

Dampak adanya pemberhentian penyeberangan ini tentunya akan mempengaruhi kehidupan para warga di Kepulauan Karimunjawa. Harga kebutuhan pokok sayur, mayur, bumbu, gas, solar biasanya akan mengalami lonjakan harga.

Apalagi jika  pengiriman suplai BBM dari Pertamina ikut terhambat maka akan mengakibatnya berkurangnya pasokan listrik untuk warga Karimunjawa. Jika sudah begini maka masyarakat akan berhemat atau ‘terpaksa’ prihatin setidaknya menunggu cuaca membaik yang biasanya terjadi dibulan Maret bertepatan posisi Matahari kembali lagi diatas Katulistiwa.

Baca juga: Cegah Gagal Panen Rumput Laut di Karimunjawa, PKM UNDIP Ciptakan Pengusir Penyu dan Baronang

“Untuk stok beras di gudang tersedia 6 ton masih ada penambahan yang diperkirakan setara untuk memenuhi kebutuhan hingga 18 hari mendatang,” kata Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Muslikin di Jepara, Minggu (14/2/2021).

Sementara untuk elpiji ukuran 3 kilogram maupun BBM, kata dia, juga tersedia dalam jumlah aman karena distribusinya masih lancar. Kalaupun ada penundaan baru sekali pada akhir pekan sebelumnya.

Meskipun sempat tertunda sekali dalam pendistribusian elpiji, kata dia, hari berikutnya langsung terdistribusikan sehingga tidak ada permasalahan di masyarakat.

Hasil monitoring di masyarakat juga tersedia aman karena memiliki persediaan beras yang cukup memadai setiap memasuki musim baratan seperti sekarang. Demikian halnya, sejumlah warung maupun toko sembako secara otomatis juga menambah persediaan selama musim baratan tersebut.

“Artinya, stok beras yang tersedia di gudang maupun yang ada di toko-toko tersedia aman,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Prediksi bahwa bulan Desember, Januari dan Februari akan terjadi gelombang tinggi, kata dia, sejauh ini cukup aman untuk aktivitas melaut, termasuk kapal penyeberangan maupun nelayan.

Adapun jumlah penduduk di Kecamatan Karimunjawa mencapai 10.000 jiwa lebih yang tersebar di lima kepulauan. Di antaranya, di Pulau Kemojan, Pulai Genting, Pulau Nyamuk, Pulau Parang, dan Pulau Karimunjawa.

Sementara kebutuhan beras per harinya berkisar 2,4 ton beras dengan asumsi jumlah penduduk dari usia terendah tujuh tahun mencapai 6.000 jiwa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*