
JoSS, BEIJING – Alibaba Group akan menghentikan aplikasi streaming musik, Xiami Music, bulan depan menyusul kabar Jack Ma, pendiri bisnis raksasa itu menghilang dua bulan setelah mengkritik sistem keuangan pemerintah China.
“Karena penyesuaian operasional, kami akan menghentikan layanan Xiami Music,” kata cabang musik online raksasa e-commerce China itu mengatakan pada Selasa di akun Weibo-nya. Penutupan akan terjadi pada 5 Februari, seperti dilaporkan Reuters.
“Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal setelah bersama kalian semua selama 12 tahun,” kata Xiami.
Alibaba memperoleh layanan musik pada 2013, dan menginvestasikan jutaan yuan untuk bersaing di pasar musik online China, yang didominasi oleh Tencent Holdings.
Namun, upayanya belum membuahkan hasil dan aplikasi tersebut saat ini hanya memiliki 2% dari pasar streaming musik China, di belakang KuGou Music, QQ Music, KuWo, dan NetEase Cloud Music, menurut perusahaan intelijen data TalkingData yang bermarkas di Beijing.
Baca juga: China Perketat Makanan Impor Menyusul Temuan Daging Beku Terkontaminasi Covid-19
Penutupan Xiami juga terjadi setelah regulator China mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan antitrust ke Alibaba, yang di luar bisnis e-commerce intinya juga beroperasi di sektor-sektor seperti layanan keuangan, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.
Namun, itu tidak menandai akhir dari partisipasi Alibaba di pasar streaming online. Pada September 2019, Alibaba menginvestasikan US$ 700 juta (Rp 9,7 triliun) di salah satu pesaing Xiami, NetEase Cloud Music. Tidak jelas apakah penghentian layanan Xiami terkait dengan menghilangnya Jack Ma.
Seperti diketahui, spekulasi menghilangnya miliarder Jack Ma mencuat setelah dirinya tidak terlihat di publik dalam dua bulan terakhir, termasuk tidak hadir dalam episode terakhir sebuah acara TV di mana dia akan tampil sebagai juri, yang kemudian memicu spekulasi media sosial atas keberadaannya ketika pemerintah Cina mulai mengusut kerajaan bisnisnya.
Dilaporkan Reuters, Jack Ma tidak muncul di muka publik sejak forum akhir Oktober di Shanghai di mana ia mengecam sistem regulasi keuangan Cina dalam pidatonya yang bertentangan dengan pandangan para pejabat, dan akhirnya mengakibatkan penangguhan IPO senilai US$ 37 miliar (Rp 515 triliun) dari kelompok fintech Ant Group, anak perusahaan Alibaba.
Baca juga: Geser Posisi Jack Ma, Juragan Air Minum Kemasan Ini Jadi Orang Terkaya di China
Wall Street Journal melaporkan, kritik Jack Ma terhadap aturan keuangan Cina sampai ke presiden Cina Xi Jinping, yang sangat marah dengan pernyataan itu dan secara pribadi memerintahkan penangguhan Ant Group.
Financial Times melaporkan pada hari Jumat bahwa Jack Ma diganti sebagai juri pada November di episode terakhir acara televisi untuk wirausahawan yang berjudul Africa’s Business Heroes.
Seorang juru bicara Alibaba mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa perubahan itu karena bentrokan jadwal, dan menolak komentar lebih lanjut.
Regulator Cina telah mengawasi bisnis Jack Ma sejak pidatonya pada Oktober termasuk meluncurkan penyelidikan antitrust ke Alibaba dan memerintahkan Ant Group untuk menangguhkan pinjaman dan bisnis keuangan konsumen lainnya, termasuk pembentukan perusahaan induk terpisah untuk memenuhi persyaratan modal. (lna)

Leave a Reply