JoSS, SOLO – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berencana menambah rumah sakit untuk penanganan pasien positif Covid-19 di Kota Solo. Hal ini dilakukan menyusul laporan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menyebut kapasitas RS rujukan Covid-19 di Solo hampir penuh.
Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo seusai rapat koordinasi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, dan sejumlah stakeholder di Asrama Haji Donohudan, Sabtu (5/12/2020).
“Tadi sudah ada RS Bung Karno, RSUP Paru Surakarta, terus kemudian kita minta nanti mungkin Rumah Sakit Tentara, ada juga panti waluyo, terus kemudian PKU ini kita siap-siapkan, beberapa gedung yang kita miliki baik punya provinsi maupun kabupaten kota sekarang kita siapkan untuk cadangan-cadangan,” jelasnya seperti dilansir Jatengprov.go.id, Senin (7/12/2020).
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan, pihaknya juga meminta kepada Ganjar untuk memerintahkan jajaran kepala daerah di Soloraya lebih kompak dalam menangani Covid-19. Terutama terkait pelaksanaan tes swab dan tracing.
“Saya menyampaikan kepada Pak Gub, Soloraya khususnya itu disiapkan betul RSD dan kemudian perintahkan Bupati Wali Kota melakukan swab seperti yang ditargetkan Gubernur. Kemudian supaya disiapkan bangunan milik pemerintah untuk melakukan isolasi bagi masyarakat yang OTG. Kemudian RS Bung Karno sudah ditetapkan sebagai RS Covid [di Solo],” tegasnya.
Di sisi lain, Ganjar Pranowo secara kontinu melakukan persiapan tempat isolasi terpusat di wilayah lain, antara lain di Banyumas, Pati, dan Pekalongan.
Baca juga: Jateng Tertinggi Kasus Covid-19 Harian, Jokowi Minta Gubernur Tegas Lindungi Keselamatan Warganya
“Hari ini Kadinkes dari Solo langsung berangkat ke Banyumas, maka kalau Solo raya kita bereskan, Banyumas raya kita bereskan, nanti Pekalongan raya kita bereskan, Pati raya kita bereskan, harapannya nanti masyarakat tidak khawatir,” tegasnya.
Sementara itu untuk mengantisipasi lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 pada libur akhir tahun Pemkot Solo memilih pengetatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di akhir tahun. Pendatang dari luar kota dapat melintas, singgah, dan menghadiri undangan di Kota Solo bakal di-cek kesehatan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Hasta Gunawan, menepis kabar Kota Solo lockdown atau karantina wilayah. Pemkot Solo lebih memperketat dengan menyediakan tempat karantina bagi pemudik di Beteng Vastenburg dan alternatif tempat lain yang lebih baik.
“Kami mempersiapkan tempat yang baik. Bahkan kami sedang bernegosiasi dengan hotel. Pemkot Solo menyediakan tempat karantina. Pilihannya Beteng Vasterburg. Kalau persiapannya enggak layak, ke tempat yg lebih baik. Artinya ada dua tempat,” kata dia kepada wartawan, Senin (7/12/2020).
Dia menjelaskan, warga dari luar kota bisa melintasi Kota Solo, melakukan rapat, menghadiri undangan pernikahan, dan menginap di hotel Kota Solo. Tetapi pendatang tersebut akan menjalani cek kesehatan Covid-19.
“Untuk para pemudik memang benar mereka dapat cuti. Kami hanya syaratkan yang sakit akan kami lakukan screening. Yang sehat lewat Kota Solo boleh. Wisatawan Tawangmangu lewat Solo boleh,” kata dia.
Menurut Hasta, Dinas Perhubungan Kota Solo akan melakukan pengecekan kesehatan pendatang dari luar kota yang ke Solo dengan alat pengecekan suhu tubuh terbaru. Warga yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat celsius akan diobservasi lebih lanjut oleh petugas.
“Kami imbau para pelancong dan wisatawan datang menjalankan protokol kesehatan ketat. Meskipun sedang di dalam mobil,” papar dia. (lna)

Leave a Reply