JoSS, ARAB SAUDI – Pemerintah Arab Saudi mengklaim berhasil mengendalikan angka penularan virus corona (Covid-19) setelah terjadi penurunan penambahan kasus yang signifikan. Saudi mencatat 139 kasus penularan corona baru pada Minggu (13/1/2020).
Penurunan itu adalah yang pertama kali ada penambahan kasus di bawah 150 orang sejak pandemi mulai merambah ke negara kaya minyak tersebut.
Sementara itu, peta penyebaran Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan Saudi menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di negara kerajaan itu berada di “zona aman” dari corona, dengan kasus positif baru kurang dari 50.
“Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly dalam jumpa pers di Riyadh seperti dikutip Arab News. “Kerajaan saat ini memiliki kendali yang lebih besar atas pandemi,” ucapnya menambahkan.
Menurut Al-Aly, pencapaian ini terjadi karena kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan cukup tinggi.
“Ini tidak mungkin terjadi tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam menghadapi pandemi untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang,” ujar Al-Aly.
Sementara itu, Arab Saudi akan menggelar vaksinasi virus corona gelombang pertama dalam beberapa hari ke depan menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech. Al-Aly mendesak semua orang untuk divaksinasi bahkan bagi warga yang sempat terjangkit corona dan telah pulih.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi berencana menggratiskan vaksin Covid-19, seluruh penduduk dan warga asing di negara itu yang belum terinfeksi.
Baca juga: Arab Saudi Gratiskan Vaksin Covid-19 Bagi 70 Persen Penduduk dan Warga Asing
Pemerintah Saudi berharap proses suntik vaksinasi akan mencapai target pada akhir 2021. “Mereka yang belum dinyatakan positif Covid-19 akan diberi prioritas vaksinasi dalam beberapa bulan mendatang,” kata Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Kemenkes Saudi, dr. Abdullah Asiri, belum lama ini.
Akan tetapi, batas terendah usia yang boleh melakukan vaksinasi adalah 16 tahun. Untuk kalangan di bawah usia itu harus menjalani pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan apakah mereka memerlukan vaksinasi.
Asiri mengatakan pemerintah akan mengumumkan secara langsung jadwal kedatangan vaksin virus corona dalam beberapa pekan mendatang.
“Kerajaan akan berupaya menempuh dua jalur untuk mendapatkan vaksin, yaitu melalui COVAX, di mana G20 berperan dalam pembentukannya dan pendanaan,” ujar Asiri.
“Arab Saudi akan mendapatkan vaksin dalam jumlah besar melalui fasilitas itu, dan kedua adalah mengontak langsung para perusahaan farmasi besar untuk menutupi jumlah yang tidak bisa diberikan oleh COVAX,” lanjut Asiri.
COVAX adalah sebuah bentuk perkumpulan di tingkat dunia yang bertujuan untuk bekerja sama dengan para perusahaan pembuat vaksin untuk bisa menyediakan vaksin Covid-19 yang aman, efektif, serta mendapat lisensi dan persetujuan, bagi seluruh negara di dunia.
Asiri mengatakan untuk bisa mendapatkan vaksin dibutuhkan upaya dan persiapan yang matang karena prosesnya amat panjang. (lna)

Leave a Reply