
JoSS, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol menyatakan bahwa pembangunan jalan tol Krian—Legundi—Bunder—Manyar yang memiliki panjang 38,40 kilometer segera rampung. Jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol non-Trans-Jawa dan nantinya akan terhubung dengan jalan tol Surabaya—Mojokerto
Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan bahwa proyek jalan tol Krian—Legundi—Bunder—Manyar dikelola oleh PT Waskita Bumi Wira. Proyek ini menjadi salah satu pendukung konektivitas di Jawa Timur dan akan memberi dukungan kelancaran aktivitas berkendara masyarakat di wilayah Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten Gresik.
Jalan tol Krian—Legundi—Bunder—Manyar memiliki empat seksi, yaitu Seksi 1 Krian—Kademean Mengganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 99,89 persen, Seksi 2 Kademean Mengganti—Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.
“Kemudian Seksi 3 Boboh—Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen dan Seksi 4 ruas Bunder—Manyar sepanjang 9,40 km menyusul untuk segera dilakukan konstruksinya,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (3/11/2020).
Menurut Danang, jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol non-Trans-Jawa dan nantinya akan terhubung dengan jalan tol Surabaya—Mojokerto.
Proyek ini juga menjadi akses pendukung peningkatan perekonomian bagi kelancaran logistik, barang, dan jasa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, serta kawasan industri Krian di selatan. Nantinya, jalan tol ini akan memberi dukungan ke daerah pariwisata di wilayah Jawa Timur sehingga dapat memberi kemudahan akses kendaraan bagi para wisatawan yang datang untuk menikmati setiap pariwisata yang ada.
“Selain mengurai kepadatan lalu lintas di daerah Legundi—Gresik, tol ini juga memberi dukungan terhadap kawasan perindustrian utama di wilayah penyangga utama Kota Surabaya.”
Diketahui, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menyelesaikan pembangunan seksi 2-3 Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang terbentang mulai dari Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2020.
Baca juga: 8 Proyek Jalan Tol Segera Dilelang, Termasuk Tol Semarang Harbour Senilai Rp11,40 triliun
Dalam hal ini WSBP berperan sebagai pemasok produk sekaligus kontraktor dengan nilai kontrak sesuai dengan addendum sekitar Rp3,89 triliun.
Dalam proses pengerjaannya, Waskita Precast yang merupakan anak BUMN konstruksi Waskita Karya itu berinovasi pada proses pekerjaan erection girder nonstandar, yaitu stiffener sayap sebagai pengaku girder nonstandard terutama yang memiliki panjang 50,8 m untuk mengurangi atau menghilangkan momentum lateral saat diangkat ketika erection, sehingga terjamin keamanannya.
Produk yang digunakan adalah readymix, spunpile, fullslab, dan PC-I girder.
Pembangunan proyek jalan Tol KLBM dilakukan guna mempercepat akses transportasi dan mempersingkat waktu pengiriman logistik yang selama ini terkendala oleh kepadatan kendaraan di daerah Legundi, Gresik.
“Pembangunan Jalan Tol KLBM juga sebagai penghubung untuk jalan tol yang berada di sekitarnya. Selain itu, KLBM akan mendukung akses masuk-keluar ke kawasan industri yang ada di daerah Sidoarjo dan Gresik, di mana akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan pelabuhan Gresik,” imbuh Agus.
Pembangunan Tol KLBM juga menjadi kontribusi perusahaan untuk mendukung Proyek Strategis Nasional sekaligus memudahkan dan mempercepat proses akses transportasi, proses pengiriman logistik dari satu daerah ke daerah lainnya, dan meningkatkan kapasitas jaringan jalan.
Kebutuhan terhadap prasarana jalan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. (lna)

Leave a Reply