Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Lebih dari 500.000, Perkiraan Vaksinasi Awal 2021

Ilustrasi

JoSS, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan total kasus positif virus Corona pada Senin (23/11) mencapai 502.110 orang. Presiden Joko Widodo perkirakan vaksinasi baru bisa dilaksanakan akhir tahun ini atau atau awal 2021.

Dilaporkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.442 orang pada Senin, 23 November 2020 sampai pukul 12.00 WIB, kasus baru tersebut didapat dari hasil pemeriksaan 40.083 spesimen. Sehingga, total kasus positif Covid-19saat ini mencapai 502.110 orang.

Kasus sembuh bertambah 4.198 orang, sehingga total menjadi 422.386 orang. Adapun kasus meninggal karena Covid-19 bertambah 118 orang, sehingga totalnya menjadi 16.002 orang.

Dalam rapat terbatas dengan menterinya, Senin (23/11) Presiden Joko Widodo meminta agar proses distribusi vaksin Covid-19 yang rencananya segera dilakukan agar terus dievaluasi.

“Paling penting menurut saya terus dilihat, dievaluasi mekanisme proses distribusi vaksin, yang menurut saya paling penting agar perjalanan vaksin ke daerah ini bisa berjalan aman dan lancar,” kata Jokowi saat membuka ratas.

Pekan lalu, Jokowi telah hadir di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat untuk melihat simulasi vaksinasi di sana. Jokowi mengatakan simulasi sudah berjalan cukup baik. Ia pun meminta agar simulasi serupa terus dilakukan jelang proses vaksinasi sebenarnya.

“Saya akan ngecek 1-2 kali lagi sehingga nanti saat pelaksanaan betul-betul pada kondisi yang sudah sangat baik,” kata Jokowi, dilansir dari Tempo.co.

Jokowi memang sempat mengatakan bahwa distribusi vaksin tidak mudah. Tiap vaksin dari produsen yang berbeda juga memiliki ketentuan penyimpanan dan pola distribusi yang berbeda-beda. Pemerintah, kata dia, tengah mempersiapkan proses distribusi untuk menjamin bahwa vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat tidak mengalami kerusakan dan penurunan mutu.

Baca juga: Mendikbud Izinkan Semua Daerah Buka Pembelajaran Tatap Muka Tahun Depan

Ia memperkirakan bahwa sejumlah proses tersebut akan memakan waktu yang menyebabkan proses vaksinasi massal baru dapat dilaksanakan pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang.

“Kita memperkirakan akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun 2020 atau di awal tahun 2021 karena memang proses persiapannya itu tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikkan, tapi juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh Tanah Air,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan aspek keamanan dari kandidat vaksin Covid-19 hasil kerjasama dengan perusahaan Cina, Sinovac, bernilai baik. Ia berjanji BPOM akan terus memantau hingga vaksin Covid-19 ini diberi izin edar.

“Alhamdulillah aspek keamanan dalam uji klinis pantauannya baik. Aspek mutu dari vaksin Sinovac juga baik,” ujar Penny usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden.

Penny mengatakan saat ini BPOM masih menunggu proses analisis. Uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Jawa Barat telah selesai. Penny menyebut data-datanya masih dalam tahap analisis.

“Sekarang kita sedang menunggu proses analisis, sehingga aspek keamanan efikasi bisa kita dapatkan. Dan kita bisa berikan EUA sehingga vaksinasi bisa dilakukan,” kata dia.

Emergency use authorization (EUA) adalah izin pengedaran dengan status darurat bagi suatu produk. BPOM rencananya akan mengeluarkan izin EUA, jika semua berjalan lancar.

Meski BPOM belum mengeluarkan izin vaksin Covid-19Sinovac, namun pemerintah telah memulai rencana vaksinasi dengan mengadakan simulasi di sejumlah Puskesmas. Jokowi mengatakan simulasi seperti ini akan terus dilakukan hingga vaksin siap dan penyelenggara juga bisa menerapkan prosedur yang benar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*