Hasil Rapid Test Pengungsi Merapi 9 Reaktif

Foto: voanews.com

JoSS, MUNGKID – Sejumlah pengungsi Gunung Merapi menunjukkan hasil reaktif saat dilakukan tes cepat/Rapid Test Covid-19. Mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Merah Putih untuk menjalani tes PCR atau tes usap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Edy Susanto menyatakan rapid tes dilakukan pada semua pengungsi untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Sejauh ini sudah ada sembilan orang yang menunjukan hasil reaktif. Disebutkannya, total jumlah pengungsi saat ini sudah sebanyak 767 orang. Mereka berasal dari Desa Krinjing 126 orang, Desa Ngargomulyo 120 orang, Desa Paten 389 orang, dan Desa Keningar 132 orang.

Di Posko Desa Banyurojo, dari 238 pengungsi yang sudah dites cepat, hasilnya semua nonreaktif. Posko Desa Mertoyudan dari 166 orang yang menjalani tes cepat, tiga di antaranya reaktif. Di Posko Desa Deyangan, dari 82 orang yang menjalani tes cepat, tiga orang reaktif.

Lalu di posko Gedung PPP dari 17 orang yang menjalani tes cepat, hanya satu orang yang reaktif. Di Posko Desa Ngrajek dari 96 pengungsi yang dites cepat, dua orang reaktif. “Di lokasi Ngrajek ini juga ada empat orang sakit dan dirujuk ke RS Merah Putih,” ungkap Edy.

Pada Minggu (8/11/2020) sebanyak 200 orang pengungsi Merapi dari Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang telah tiba di tempat penampungan di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Minggu (8/11/2020) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Sebagian Warga di Magelang Mulai Mengungsi

Sesampainya di tempat penampungan, mereka langsung menjalani rapid test atau tes cepat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Tadi (jumlah pengungsi) masih 117 (orang), sekarang sudah di atas 200 orang dan nanti akan kita update  terus melalui posko,” kata Edi di sela pemantauan proses pengungsian di Desa Ngrajek.

Dalam proses pengungsian tersebut, pihaknya menemukan beberapa warga yang sakit, yang langsung segera dilarikan ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Sedang bagi pengungsi yang sehat, tetap dilakukan pengecekan kesehatan dan tes cepat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dia mengimbau kepada warga lainnya yang berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk tetap tenang sambil memantau perkembangan Merapi dari sumber yang terpercaya, yakni BPPTKG. Meski demikian, warga juga harus tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

“Tadi beberapa warga desa lainnya juga bertanya apakah mereka juga perlu mengungsi. Maka saya berikan penjelasan dan menjalin komunikasi dengan mereka agar tidak bingung,” jelasnya dilansir dari jatengprov.go.id.

Saat ini pengungsi dari warga Desa Keningar di tampung di dua titik, yakni di SD Negeri Ngrajek 1  dan rumah Kepala Desa Ngrajek.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Sunaryo mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, warga harus melakukan tes cepat sebelum masuk ke tempat pengungsian.

“Sampai saat ini di KRB III insya Allah logistik dari Dinas Kesehatan sudah mencukupi,” terang Sunaryo.

Sunaryo menambahkan, bagi warga yang hasil tes cepatnya reaktif akan dirujuk ke RSUD Merah Putih yang sudah dipersiapkan dengan kapasitas 33-40 tempat tidur.

“Untuk beberapa warga pengungsi yang teridentifikasi reaktif kemarin sudah dilakukan swab, namun kami juga masih menunggu hasilnya karena butuh waktu dua hingga tiga hari,” pungkas Sunaryo. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*