
JoSS, JEPANG – Putra Mahkota Akishino secara resmi diukuhkan sebagai pewaris tahta kekaisaran Jepang di urutan pertama. Keputusan ini diambil setelah abang Akihito, yakni Naruhito yang menjadi Kaisar Jepang tahun lalu, mundur mengikuti langkah ayahnya.
Seremoni penobatan yang telah dilaksanakan 8 November ini, harusnya dilakukan pada April 2020 di istana Kekaisaran Jepang, namun acara itu tertunda gara-gara wabah virus corona dan diprediksi kasus baru infeksi Covid-19 akan terus naik, kendati ledakan wabah virus mematikan di Jepang itu tidak sebanyak negara-negara lain.
Seperti diketahui, di bawah hukum Kekaisaran Jepang, hanya laki-laki yang bisa mewarisi tahta. Dengan begitu, keturunan dari Kaisar Naruhito tidak bisa melanjutkan tahta ayahnya karena anak Naruhito seorang perempuan, yakni Putri Aiko, 18 tahun. Walhasil, tahta pun turun ke adiknya, yaitu Putra Mahkota Akishino, yang saat ini berusia 54 tahun.
Pangeran Akishino mengatakan dirinya sangat merenungkan tanggungjawab sebagai pewaris tahta dan akan menjelankan tugsanya sebaik-baiknya.
Baca juga: Mengenaskan, Patung Lilin Donald Trump di Madame Tussauds Dibuang ke Tong Sampah
“Saya sangat merenungkan tanggung jawab sebagai Putra Mahkota dan akan menjalankan tugas-tugas saya,” kata Akishino, seperti dilansir dari Tempo.co.
Akishino adalah satu dari tiga pewaris tahta kekaisaran Jepang. Dia ada diurutan pertama, sedangkan diposisi kedua adalah Hisahito yang baru berumur 14 tahun dan Pangeran Hitachi, 84 tahun.
Perubahan undang-undang suksesi dianggap kutukan bagi kelompok konservatif. Akan tetapi, perdebatan yang lebih mengemuka adalah bagaimana memastikan sebuah suksesi itu stabil.
Salah satu opsinya adalah mengizinkan anggota kekaisaran perempuan, seperti Putri Aiko dan dua adik perempuan Hisahito, mempertahankan status kekaisaran mereka setelah menikah dan mewariskan tahta pada anak-anak mereka.
Ini bakal menjadi sebuah perubahan yang menurut survey didukung oleh sebagian besar masyarakat Jepang pada umumnya. (lna)

Leave a Reply