Grebeg Maulud Tetap Digelar Khusus Internal Kraton Jogja

Ilustrasi | Foto: Foto: pinterest.com/fadhilhendryan89

JoSS, JOGJA – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan Hajad Dalem Miyos Gangsa, Kondur Gangsa, dan Grebeg Maulud Kraton Jogja yang biasanya digelar meriah dan kirab budaya. di masa pandemi Covid-19,  ketiga hajat Dalem ini hanya digelar untuk internal Kraton.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan masyarakat, mengingat kondisi tanggap darurat Covid-19 yang masih diberlakukan di Daerah Istimewa Jogjakarta.

Ketiga Hajat Dalem ini semestinya berlangsung selama seminggu, 22-29 Oktober Jimakir 1954/2020. Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat, GKR Condrokirono, mengatakan meski ditiadakan, Kraton akan tetap melakukan penyesuaian prosesi.

“Pembagian rengginang secara terbatas untuk kalangan internal Kraton, tanpa mengurangi esensi dan filosofi Garebeg sebagai bentuk konsistensi pelestarian budaya” ujarnya beberapa waktu lalu, dilansir dari Harianjogja.com.

Ia menjelaskan udhik-udhik, sedekah raja berupa uang logam, beras, dan bunga, yang biasanya dibagikan saat prosesi Kondur Gangsa, akan tetap dilakukan untuk internal Kraton bersamaan dengan prosesi pembagian rengginang pada 12 Maulud atau 30 Oktober.

Baca juga: Keraton Jogja Tiadakan Rangkaian Ritual Sekaten Akibat Pandemi

Di samping itu, segala kegiatan pementasan paket wisata di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih diliburkan hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

Meski demikian, selama pandemi Kraton semakin giat menghadirkan konten seputar keraton melalui media sosial dan Youtube Kraton Jogja yang dikelola Tepas Tandha Yekti.

Keraton melalui KHP Nitya Budaya juga akan menggelar pameran temporer bertemakan Sri Sultan Hamengku Buwono II secara daring dan luring mulai 22 Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Hal tersebut bertujuan agar proses pembelajaran budaya seputar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak lantas terhenti begitu saja.

Selama pandemi, produksi konten budaya terkait tarian terus menerus dilakukan dan disiarkan secara daring. Di antaranya adalah lomba tari online Beksan Nir Corona, Tutorial Tayungan, Tutorial Macapat, dan Uyon-uyon Hadiluhung.

Semuanya adalah beberapa kegiatan yang berada dibawah naungan KHP Kridhomardowo yang bertugas mengelola seni pertunjukan.

Selain bertujuan sebagai sarana edukasi virtual mengenai keraton, konten tersebut diharapkan dapat menjadi referensi kegiatan dan sajian budaya yang dapat dinikmati masyarakat dengan tanpa membuat kerumunan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*