Begini Cara Agar Tidak Stres Saat Harus Isolasi Mandiri Karena Positif Covid-19

Ilustrasi | Foto: cnnindonesia.com

JoSS, JAKARTA – Virus Corona bisa menginfeksi siapa saja tidak mengenal umur dan strata manusia. Dagi golongan masyarakat biasa hingga presidenpun bisa terkena virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Sebagian pasien terdeteksi saat gejala sudah parah, namun sebagian besar bahkan terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, sehingga harus melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat karantina. Hal ini akan menyebabkan tekanan tersendiri bagi pasien, karena harus membatasi diri untuk tidak berinteraksi dengan orang lain agar tidak menulari.

Bagi pasien Covid-19 , berpikir positif menjadi modal utama agar cepat sembuh. Selain itu, dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan saat menjalani masa isolasi.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Chalid, Team Leader Sahabatku (aplikasi konseling psikologi) pada Jumat (2/10/2020) lewat channel Youtube BNPB Indonesia. “Yang dibutuhkan bagi pasien yang baru kena adalah dukungan dari keluarga inti,” katanya.

Menurutnya, keluarga dapat menguatkan pasien secara rohani seperti dukungan dengan nasihat agama dan menceritakan kisah pasien yang sembuh.

Berdasarkan pengamatannya, banyak pasien yang imunnya turun karena dapat dihantui dengan pikiran negatif.

Baca juga: Makanan Ini Dipercaya Mampu Usir Kecemasan Ditengah Pandemi Corona

“Ketika masuk masa isolasi, [pasien] jangan dibiarkan sendiri. Harus intens komunikasi antara keluarga dan pasien,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan beberapa tips bagi pasien saat isolasi. Pertama, membatasi paparan berita di media sosial. Hal ini untuk menghindari informasi yang berseliweran yang hanya akan meningkatkan rasa takut yang berlebihan.

Kedua, melindungi diri sendiri dan keluarga, meyakini virus ini masih ada dan menular.

Ketiga, saling mendukung sesama, baik orang yang terdampak secara sosial dan ekonomi maupun mendukung tenaga kesehatan.

“Yang perlu kita pahami adalah Covid-19 ada di seluruh dunia, tidak hanya di daerah kita atau negara kita sendiri. Semua akan ada obatnya.”

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Tim Mitigasi Dokter dalam Pandemi Covid-19 Pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Ekasakti Octohariyanto mengatakan pihaknya terus mengajak para pasien agar berpikir positif dan berupaya agar tetap sehat.

“Protokol sekarang isolasi 10 hari mandiri di rumah. Dalam isolasi tersebut tetap ada dokter yang bertanggung jawab, seperti di puskesmas atau dokter setempat. Untuk itu kita perlu koordinasi dengan lingkungan agar mendapat vitamin dan dipantau jika sewaktu-waktu kondisi memburuk,” ujarnya, dilansir dari Bisnis.com.

Meskipun isolasi mandiri, ia menyarankan agar pasien tetap menjaga aktivitasnya serta mengelola pola makan yang sehat dan seimbang. Jika terjadi sesuatu, segera konsultasi ke dokter yang menangani pasien. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*