
JoSS, SEMARANG – Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng Emma Rachmawati mengatakan jumlah transaksi penjualan pada UKM Virtual Expo 2020 yang baru dibuka Minggu, 25 Oktober 2020 telah mencapai Rp1,6 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi awal dibukanya penjualan produk UKM pada 20 Oktober lalu.
Dia menambahkan meski baru dibuka Minggu (25/10/2020), produk-produk yang dipamerkan di UKM Virtual Expo sudah bisa dibeli sejak 20 Oktober 2020.
“Sejak bisa diakses pada beberapa hari lalu, setidaknya sudah ada Rp1,68 miliar transaksi melalui portal www.ukmvirtualexpo.com, jumlah tersebut belum termasuk transaksi pesanan,” katanya seperti dilansir dari Antara.
Ia menyebutkan pada awal diumumkan UKM Virtual Expo setidaknya ada 102 pengusaha mikro kecil yang turut serta dengan total produk yang dipasarkan mencapai 910 jenis berupa fesyen, makanan-minuman, kerajinan tangan, serta furnitur.
Menurut dia, UKM Virtual Expo didasari lesunya perekonomian, termasuk UKM akibat pandemi COVID-19.
“Selama pandemi, ada 51 persen UKM di Jateng yang terdampak. Mereka mengeluhkan soal pemasaran karena beberapa daerah sempat ‘dilockdown’. Akhirnya kami coba fasilitasi dengan pameran ini, temanya ‘The Power of Kepepet’. ‘Kepepet’ harus virtual karena pandemi ini tidak bisa menggelar pameran seperti biasa,” ujarnya.
Baca juga: Transaksi Digital di Pasar Tradisional
Terkait dengan jumlah kunjungan pada UKM Virtual Expo, Emma menyebut sudah ada sekitar 5.600 orang yang melihat pameran daring ini dan dari jumlah tersebut, ada sekitar 1.600 pengunjung yang merespon.
Artinya, lanjut dia, mereka tidak hanya melihat-lihat saja, tapi juga serius membeli dan pembeli tidak hanya dari Jateng saja, tapi juga dari luar negeri.
“Ada yang dari Turki, Singapura, Malaysia, dan negara-negara Eropa, tapi sayangnya kemarin ada yang dapat order dari Eropa, tapi tidak berani melayani karena tidak bisa berbahasa Inggris. Ini menjadi PR kami untuk memberi pendampingan,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi membuka UKM Virtual Expo 2020 yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jateng serta diikuti 102 toko daring di Semarang, Minggu
Ganjar meminta para pelaku UMKM di Jateng bisa bertahan dan tetap semangat meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19.
“Dengan UKM Virtual Expo ini semuanya bisa ‘survive’, tetap semangat, tetap kedepankan protokol kesehatan,” katanya.
Menurut orang nomor satu di Jateng itu, para pelaku UMKM dari berbagai sektor harus terus berinovasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam memasarkan produk-produknya.
“Bagaimana cara menjualnya, kalau bisa produksi tapi kualitasnya kurang bagus, bagaimana saya berlatih, kualitas bagus, cara jualnya hebat, laku lagi, tapi tidak ada duit, akses permodalannya seperti apa,” ujarnya.
Terkait dengan upaya pengembangan UMKM di Jateng, Ganjar menyebut pihaknya telah membuat “co-working space” yang diberi nama Hetero Space. (lna)

Leave a Reply