
JoSS, JAKARTA – PT Jasamarga Tollroad mengumumkan adanya penerapan skema buka tutup lajur di ruas tol Jakarta-Cikampek. Hal itu menyusul dilaksanakannya Pekerjaan Perbaikan Jembatan pada KM 41 lajur 2 jalur arah Cikampek pada ruas tol tersebut.
Widiyatmiko Nursejati, General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division menjelaskan pekerjaan tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari, dimulai pada Selasa (13/10) pukul 10.00 WIB sampai dengan Kamis (15/10) pukul 04.00 WIB.
Untuk itu, pihaknya menyiapkan sejumlah mitigasi risiko guna mengantisipasi kepadatan yang berpotensi akibat pengerjaan perbaikan jembatan tersebut, hal itu mengingat arus lalu lintas pada ruas ini pengalami peningkatan pada waktu-waktu tertentu.
“Pihak Jasa Marga telah menyiapkan mitigasi risiko untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi akibat pekerjaan tersebut,” ujarnya dalam siaran pers Selasa (13/10/2020).
Baca juga: Akses Utama Tol Surabaya-Gresik ke Stadion Bung Tomo Rampung Juli 2021
Dia menuturkan pihaknya telah melakukan mitigasi risiko berupa penutupan sebagian lajur, mempersempit area kerja, pemasangan spanduk imbauan pekerjaan, persiapan contra flow apabila kondisi sudah padat.
Selain itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian dalam hal ini Patroli Jalan Raya (PJR) dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).
Sementara itu, guna memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga juga telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Variable Message Sign ( VMS) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta.
“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya pekerjaan dimaksud. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol, tetap berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply