Pelni Berencana Operasikan Kembali 23 Kapal Pada September Ini

Foto: pelni.co.id

JoSS, JAKARTA – PT PELNI (Persero) siap untuk membuka kembali kegiatan operasional untuk mengangkut penumpang dengan syarat sesuai ketentuan pencegana penyebaran Covid-16. Rencananya, sebanyak 23 dari total 26 unit kapal penumpang yang dimilikinya dioperasikan September ini.

“September 2020 ini, telah dijadwalkan 23 kapal penumpang untuk beroperasi,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangannya tertulisnya, Kamis (17/9).

Seperti diketahui, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 20 kapal Rede.

Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 4 kapal barang, 8 kapal tol laut serta 1 kapal khusus ternak.

Kegiatan operasional angkutan penumpang dihentikan sejak beberapa bulan lalu, menyusul pandemi wabah virus corona yang melanda negeri ini.

“Sesuai dengan Surat Edaran yang telah kami terima, Manajemen akan mempersiapkan armada kapal untuk kembali mengangkut penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan menuju pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar,” jelasnya.

Manajemen juga memberlakukan kepada penumpang untuk membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun KKP setempat yang menyatakan negatif terpapar Covid-19.

Baca juga: Layanan Bus Aglomerasi Trans Jateng Bakal Ditingkatkan di Seluruh Eks Karesidenan

Selain itu, Manajemen pun memastikan bahwa selama kegiatan operasional berlangsung, pelaksanaan protokol kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal akan tetap dilaksanakan, serta akan membatasi interaksi antara petugas kapal dan penumpang.

Jumlah kapal yang dioperasionalkan pada September lebih banyak dibandingkan pada triwulan II-2020, yang hanya sekitar 16 unit kapal saja.

Ia menyampaikan dari rencana 23 kapal yang akan dioperasikan, satu unit kapal sudah beroperasi lebih dulu, pada pekan kedua yakni KM Tidar. Sedangkan 22 kapal penumpang lainnya akan memulai kegiatan operasional pada pekan ini.

Rencananya, semua kapal penumpang dapat beroperasi normal mulai Oktober 2020. “KM Kelud dan KM Bukit Raya sedang melaksanakan docking, selanjutnya KM Pangrango juga akan dipersiapkan untuk docking. Kami berharap pada Oktober 2020 nanti 26 kapal penumpang dapat beroperasi dengan normal kembali,” kata Yahya.

Ia menuturkan rencana pelayaran 22 unit kapal penumpang yaitu KM Lambelu, berangkat pada 16 September 2020, KM Egon direncanakan berangkat pada 29 September dan KM KFC Jetliner berangkat 26 September.

Lalu, KM Gunung Dempo berangkat 25 September, KM Tilongkabila berangkat 26 September, KM Tatamailau berangkat 27 September, KM Bukit Siguntang berangkat 20 September 2020, KM Dorolonda berangkat 24 September dan KM Binaiya berangkat 28 September 2020.

KM Dobonsolo berangkat 30 September, KM Umsini berangkat 25 September, KM Awu berangkat 29 September, KM Sinabung berangkat 17 September, KM Ciremai berangkat 19 September dan KM Labobar berangkat 22 September 2020.

Serta KM Kelimutu berangkat 17 September, KM Nggapulu berangkat 21 September, KM Sirimau berangkat 21 September, KM Wilis berangkatan 18 September, KM Sangiang berangkatan 18 September, KM Lawit berangkat 26 September dan KM Leuser berangkat 22 September 2020. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*