JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta menegaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka akan dimulai tahun depan tepatnya tanggal 2 Januari 2021. Kebijakan itu dilakukan menyusul penyebaran virus corona di wilayah itu masih tinggi saat ini.
Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo menuturkan, penerapan kebijakan pembelajaran tatap muka pada awal tahun depan juga bakal tidak menyeluruh, artinya ada pengaturan antara pembelajaran tatap muka dan secara online masing-masing 50%.
“Itu pun diatur, tatap muka dan jarak jauh masing-masing 50 persen,” kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, seperti dikutip dari Antara.
Bahkan, meski berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kegiatan belajar mengajar SMA/SMK juga akan dilakukan di waktu yang sama.
“SMA/SMK boleh menganggap itu tanggung jawab provinsi, tetapi itu rakyat saya. Kalau terpapar yang repot saya. Kemarin ada yang sudah minta ke saya untuk masa pengenalan lingkungan sekolah,” katanya.
Baca juga: Ternyata Ini Penyebab 25 Dokter di Solo Tertular Corona
Bahkan, pagi tadi pihak pemkot terpaksa membubarkan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah di Wisma Batari Surakarta yang dilakukan oleh salah satu sekolah swasta di Kota Solo.
“Karena tidak izin, pokoknya semua harus mulai awal tahun depan. Yang penting kualitas pendidikan tidak menurun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retmowati telah membuat surat edaran (SE) Nomor 422.3/1237 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Pada Satuan Pendidikan Wilayah Solo.
“Pada tahun ajaran baru ini KBM tatap muka belum kami terapkan,” katanya.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena Kota Solo masih berstatus kejadian luar biasa (KLB) COVID-19. “Pembelajaran jarak jauh berlaku seluruh sekolah negeri dan swasta dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMK, dan SMA,” katanya. (lna)

Leave a Reply