Prodi Agribisnis FPB UKSW Siap Bentuk Profesional Pertanian Tropika

Dekan FPB UKSW Salatiga, Dr Tinjung Mary Prhihtanti

JoSS, SALATIGA – Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya wacana (UKSW) Salatiga, siap mencetak profesional yang menguasai pertanian tropika, baik sebagai wirausaha, peneliti maupun pengelola usaha pertanian.

Ketua Prodi Agribisnis FPB UKSW, Dr lr Yuliawati MP, mengatakan hal itu pada meet and greet yang digelar secara daring dengan tajuk “Yuk Mengenal Prodi Agribisnis”, Selasa (28/7/2020). Acara ini juga ditayangkan di platform youtube.

Yuliawati mengungkapkan, visi Prodi yang dipimpinnya adalah menjadi program studi yang terkemuka di Asia Tenggara melalui pengalaman Iptek bidang sosial, ekonomi dna bisnis pertanian tropika berkelanjutan di tahun 2025. “Profil lulusan kami yang pertama adalah wirausaha agribinis, kalangan profesional serta peneliti agribisnis,” tutur Yuliawati.

Menurut dia, untuk mewujudkan visi itu, selain memberlakukan kewajiban penyelesaian 144 SKS (Satuan Kredit Semester), para mahasiswanya Prodi Agribisnis juga dikenakan kewajiban untuk mengikuti praktek kerja lapangan, KKN, membuat karya inovatif, magang kerja sampapemenuhan syarat TOEFL menimbang sekarang ini pergaulan internasional sudah menjadi standfar yang harus bisa dipenuhi.

Secara jujur diakui, meski sebagai institusi UKSW sudah memperoleh status akreditasi “A” dari BAN PT, namun  untuk Prodi Agribisnis status akreditasinya masih “B”. Yang pasti, mata kuliah di prodi ini sudah dirancang sesuai kebutuhan masa depan. Misalnya mata kuliah digital marketing yang dirancang bersama Fakultas Teknik Elektro, digelarnya mata kuliah manajemen kualitas hasil pertanian yang penting untuk membuka pemahaman mahasiswa standar kualitas produk pertanian yang tergantung dari prosesnya.

Baca juga: UKSW Kembangkan Model Smart Farming 4.0 Yang Aplikabel

Adapun para tenaga pengajar di FPB UKSW 70% sudah bergelar doktor, sisanya bergelar magister atau strata dua dan di antaranya masih menempuh program strata tiga atau doktor. Komposisi pengajar menarik karena merupakan gabungan dari alumni FPB UKSW dengan alumni perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia.

Dekan FPB UKSW, Dr Tinjung Mary Prihtanti SP MP, menawarkan bahwa kuliah di Prodi Agribisnis. Tinjung mengingatkan bahwa pertanian merupakan sektor yang paling kuat memerpengaruhi kehidupan ekonomi global, menjadi pemasok sumber pangan dunia, dan 60% populasi dunia tergantung pada sektor ini. “Memang ada negatifnya juga, yaitu kontribusi sektor pertanian pada perubahan iklim. Tapi sektor ini tahan krisis,” ujar Tinjung.

Karena itu dia mengajak generasi muda untuk belajar di Fak Pertanian dan Bisnis UKSW, khususnya Prodi Agribisnis mengingat pekerjaan di sektor pertanian terbuka luas. Mengenai perlunya memilih belajar di UKSW, Tinjung menyebut pengalaman 63 tahun universitas ini melaksanakan pendidikan tinggi, suasana Indonesia mini yang harmonis, serta biaya hidup di Kota Salatiga yang masih murah. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*