3.852 Mahasiwa Undip Mengikuti Program KKN Pulang Kampung

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, SH, M.Hum | Foto: Dok. Undip

JoSS, SEMARANG – Ada hal baru dalam pelaksanaan kegiatan KKN tim II 2019/2020 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kali ini, sebanyak 3.852 mahasiswa Undip melakukan KKN tidak secara kelompok, namun secara mandiri atau individu di kampung halaman masing-masing.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, menyebutkan, KKN UNDIP di masa pandemi ini diselenggarakan selama 42 hari, terhitung sejak 5 Juli 2019 hingga 15 Agustus 2019.

Dia menambahkan jumlah peserta KKN secara keseluruhan adalah 3.852 mahasiswa, yang diterjunkan di Indonesia dalam 30 Propinsi dimulai dari Aceh sampai dengan Papua barat, dan terbagi dalam 232 Kabupaten/Kota.

Propinsi yang terlibat yaitu Wilayah Bagian Barat (Aceh, Riau, Kep. Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu, Jambi), Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta), Kalimantan (Kalimantan Barat, Selatan, Timur, dan Kalimantan Tengah), dan Indonesia bagian Timur (Bali, NTB, NTT, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara).

“KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM maka saat ini ditentukan berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) dari mahasiswa atau dapat memilih lokasi di luar domisili dengan alasan tertentu dan dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini,” katanya dalam Upacara Penerjunan mahasiswa KKN UNDIP Tim II TA 2019/2020 dilaksanakan secara virtual pada Kamis (16/7/2020).

Dia menambahkan, KKN kali ini melibatkan Dosen KKN sebanyak 118 orang dosen. KKN Tim II TA 2019/2020 esensinya tetap merupakan KKN – PPM, dengan imbangan program monodisiplin adalah 2 (artinya setiap mahasiswa KKN wajib membuat 2 program monodisipliner sesuai kompetensi keilmuannya) dengan tema Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid 19 dan program pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan potensi desa yang bertemakan SDG’s di era pandemi Covid 19.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng | Foto: Dok. Undip

“Kegiatannya antara lain Pemberdayaan Keluarga atau masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals), Pemberdayaan UMKM, tema Bidang Kesehatan, Sains Teknologi, Bidang Teknologi Informasi, Bidang Teknologi Industry, Pertaninan, Perikanan-Peternakan, Soshum, Agroteknologi, dan Agrobisnis,” tuturnya.

Baca juga: Menteri ATR Ajak Undip Bantu Perbaiki Kualitas Rancangan Tata Ruang

Hadir membuka kegiatan ini Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, SH, M.Hum berpesan pada para mahasiswa KKN UNDIP Tim II TA 2019/2020 untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Lakukan dengan kegembiraan, dengan semua itu insyallah semua jadi mudah. Upayakan kegiatan ini agar berguna,” pesan Prof. Yos pada mahasiswa melalui aplikasi video call.

Ia mengatakan, budaya di Undip adalah budaya outcome. Maka upayakan apa yang dilakukan oleh mahasiswa di tengah masyarakat benar-benar bermanfaat. “Jaga diri dari tindakan-tindakan yang tak terpuji. Anda adalah Duta Undip, Undip dikenal masyarakat dengan baik. Maka tolong dijaga betul, Undip adalah kita,” tegasnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip, Prof. Dr. Jamari ST MM mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 mengharuskan pelaksanaan KKN tahun ini dengan cara virtual.

“Mohon maaf kita harus melaksanakan dengan model baru, namun ini bukan model pertama tapi juga seluruh universitas di Indonesia,” ungkap Prof. Jamari.

Inti dari KKN virtual ini sama halnya dengan KKN di mana ada aksi terjun ke masyarakat menyelami keadaan dan memberikan solusi. Sementara KKN virtual, tidak ada aksi terjun langsung ke masyarakat, namun penyelesaian masalah dilakukan secara daring. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.

“Kalau bicara teknologi, justru inilah saatnya tantangan bagi mahasiswa untuk bisa menyelesaikan masalah tanpa terjun langsung tapi dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*