JoSS, SEMARANG – Pelaksanan wisuda virtual atau dalam jaringan (Daring) menjadi trend sekaligus pilihan menggelar upacara kelulusan di tengah pandemi Covid-19. Namun ada yang unik yang dilakukan oleh Unika Soegijapranata dalam mewisuda 536 mahasiswa Sabtu (20/6).
Proses wisuda menggunakan teknologi Face Tracking Animation, yang mengesankan wisudawan terlihat mengikuti acara wisuda secara langsung, meskipun sebetulnya merupakan campur tangan animasi. Dengan teknologi ini, wisudawan seolah-olah berada di lokasi saat kegiatan.
“Kami menyadari bahwa wisuda adalah kegiatan yang sangat penting dan memang merupakan penghargaan terakhir para mahasiswa. Oleh karena itu kami ingin mencari sesuatu yang baru, atau sesuatu yang lain yang belum dilakukan oleh universitas lain,” terang Rektor Unika Soegijapranata F Ridwan Sanjaya, seperti dikutip dari SINDOnews.com
Dalam pelaksanaannya, Unika menggandeng dreamlight world media untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutan onlinenya menyatakan, animasi yang disajikan dalam wisuda virtual, cukup menarik. Karena wisuda pada saat diilakukan wisuda secara virtual dengan animasi-animasi seakan offline, akan menjadikan kesan tersendiri bagi para mahasiswa.
“Ini akan jadi catatan seumur hidup bagi para wisudawan. Selamat kami sampaikan kepada para wisudawan,” tukasnya.
Baca juga: Ini Yang Harus Anda Siapkan Hadapi New Normal
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata Cecilia Titiek Murniati menambahkan, wisuda daring dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama untuk 335 wisudawan yang lulus Maret dilakukan pukul 09.00 WIB dan 201 Wisudawan yang lulus Juni pada pukul 13.00 WIB, sehingga total wisudawan hari ini mencapai 536.
Pihaknya menyadari bahwa menggantikan perasaan diwisuda secara langsung seperti sebelum pandemi Covid-19 tidaklah mudah, meskipun menggunakan teknologi ataupun video conference (vicon). Apalagi ketika wisudawan dipindah kucirnya oleh Rektor.
Namun disisi lain, pada masa pandemi COVID-19 pihaknya sangat mmemprioriitaskan masalah kesehatan. Baik itu kesehatan mahasiswa, para dosen maupun tenaga kependidikan. Pemikiran tersebut yang menjadi latar belakang Unika Soegijapranata mencari bentuk wisuda yang bisa menjadi dokumentasi semirip mungkin dengan wisuda yang riil.
“Menyikapi hal tersebut, kami memutuskan akan memberikan hadiah kepada para wisudawan yang tidak bisa melaksanakan wisuda secara langsung dengan menyelenggarakan virtual celebration berbasis teknologi Face Tracking Animation. Jika di dalam permainan digital yang berjudul “The Sims“, pemain merasakan hidup secara virtual dan terlibat di dalamnya, dengan teknologi Face Tracking Animation ini wisudawan seperti berada di acara wisuda secara langsung,” tegasnya.
Sementara Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Unika Soegijapranata, Lenny Setyowati menambahkan, ide penyelenggaraan ini sempat dicoba dalam beberapa kali eksperimen, termasuk memanfaatkan teknik Chroma Key dengan layar hijau, agar tampak berada di suasana wisuda secara riil. Namun kemudian panitia mencari lagi teknis yang lebih nyata melalui kerjasama dengan Dreamlight World Media yang sudah berpengalaman dalam hal animasi. (lna)

Leave a Reply