
JoSS, SEMARANG – PT Trans Marga Jateng, pengelola jalan tol ruas Ungaran-Semarang mengumumkan jalur yang sempat tertutup longsor tersebut sudah bisa dioperasikan dan dibuka satu jalur. Meski demikian, pengguna jalan tol diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di daerah tebing yang rawan longsor.
Direktur Utama Trans Marga Jateng David Wijayatno saat berada di lokasi longsor yaitu KM 426+600 menyebutkan pihaknya terus melakukan pengecekan kondisi tebing untuk berjaga-jaga kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Ia menyebutkan, konsultan akan dilibatkan agar mengetahui bagaimana kondisi tanah di sana.
“Nanti kita akan cek lagi dengan konsultan untuk cek kondisi tanah di atas apakah dilakukan penanganan, khawatir kejadian merembet ke tempat lain,” kata David, Minggu (31/5) seperti dikutip dari Detik.com.
Ia menjelaskan, peristiwa longsor terjadi Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian hujan turun. Tanah menutup lajur B atau dari Ungaran ke Semarang sepanjang 30 meter.
Baca juga: Tol Semarang Harbour Bakal Terkoneksi dengan Tol Semarang-Demak
“Dibantu BPBD Kabupaten Semarang siapkan backhoe kemudian tenaga, kami dibantu tim kontraktor. Sejak semalam sudah dilakukan pemindahan tanah, yang penting bisa dibuka dulu,” jelasnya.
Arus lalu lintas di sana sempat ditutup dan kendaraan dari Bawen dialihkan keluar di exit tol Ungaran. Saat ini jalur tersebut sudah dibuka namun hanya satu lajur.
“Sementara kami buka satu lajur terlebih dahulu, karena satu lajur paling kiri untuk manuver alat berat dan kendaraan pembersihan bekas material longsor,” jelasnya.
“Pembersihan sudah selesai pukul 10.00 WIB,” imbuh Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto saat dikonfirmasi.
Diketahui, tanah longsor terjadi di tol Ungaran-Semarang sehingga menutup total badan jalan. Pengendara dari Bawen menuju Kota Semarang sempat dialihkan keluar exit tol Ungaran selama penanganan. NAmun kini jalur tersbeut telah dibuka. (lna)

Leave a Reply