
JoSS, SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang berencana membuka sejumlah ruas jalan yang ditutup selama pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Sementara itu, Pasar Karangayu yang ditutup tiga hari pasca ditemukan kasus positif Covid-19 kembali dibuka.
Adapun, ruas jalan yang dimaksud di antaranya, Kawasan Simpanglima, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Lamongan Raya, Jalan Supriyadi, Jalan Lamper Tengah Raya, Jalan Sukun Raya, dan Jalan Ngesrep Timur.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro PM menjelaskan, pembukaan kembali tersebut sebagai uji coba terlebih dahulu yang dimulai pada Senin (15/6).
Dia menjabarkan, untuk teknisnya, hari Senin-Kamis dibuka 24 jam. Khusus pada Jumat-Minggu jalan dibuka mulai pukul 06.00-21.00. Lantas, ditutup mulai pukul 21.00-06.00.
“Pembukaan ruas jalan itu dijadikan pertimbangan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 jelang masa PKM jilid tiga berakhir pada Minggu (21/6),” katanya Kamis (11/6).
Menurutnya, hasil dari uji coba tersebut dipastikan akan dievaluasi dan menjadi pertimbangan untuk keputusan lebih lanjut. “Seperti diketahui hampir tiga bulan, beberapa ruas jalan di Kota Semarang ditutup untuk meminimalisir keramaian,” tuturnya.
Sementara itu, setelah tiga hari ditutup karena ditemukan kasus positif Covid-19, kembali dibuka dengan protokol ketat. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melihat sendiri perubahan itu. Sambil gowes pagi, Ganjar sidak saat pembukaan pasar setelah ditutup, Kamis (11/6).
Baca juga: Minimalkan Limbah Medis dan Efisiensi APD, Pemkot Semarang Sediakan Bilik Uji Swab
Saat Ganjar datang, pasar sudah terlihat ramai. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, para pedagang dan pembeli kini tertib memakai masker.
Jarak antara lapak pedagang juga sudah tertata. Mereka dipisahkan oleh garis-garis putih yang berjarak lebih dari satu meter.
“Nah ini bagus, pasarnya lebih bersih dan tertata. Tolong ada petugas yang keliling memastikan semua yang datang menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ganjar.
Ganjar juga sempat ngobrol dengan para pedagang. Tak lelah, ia mengedukasi pedagang agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Ia bahkan meminta pedagang untuk menggeser barang dagangannya karena keluar kotak. Dengan sadar, para pedagang itu menuruti perintah Ganjar.
“Begini kan enak, kalau semua disiplin insyaalah semua aman. Daripada ngeyel, nanti pasar ditutup, malah podho ra iso nyambut gawe (jadi tidak bisa bekerja), semua repot, nggih mboten?” tanya Ganjar.
“Nggeh pak,” jawab para pedagang.
Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bahwa Pasar Karangayu sudah mulai bagus dan tertata. Hanya saja, perilaku masyarakat yang mesti dikontrol ketat agar menaati protokol kesehatan.
“Sudah bagus, tapi kelihatannya perilaku masyarakat mesti kita kontrol. Maka tadi saya minta pengelola pasar untuk menempatkan petugas jaga di pintu masuk agar mereka yang masuk semua pakai masker dan cuci tangan. Selain itu, saya minta ada petugas yang patroli keliling, sehingga kalau ada yang berdesakan langsung diminta geser,” katanya. (lna)

Leave a Reply