Dalam Setahun, 195.000 Warga Jateng Jadi Pecandu Narkoba

Ilustrasi | Foto: net

JoSS, SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah menyatakan 195 ribu warga Jateng menjadi pecandu narkoba, jumlah tersebut sekitar 1,3% dari jumlah warga di wilayah ini yang mencapai 30 juta jiwa. Persentase tersebut mencatatkan Jateng peringkat ke 4 secara nasional atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan dalam setahun terakhir menemukan sebanyak 195 ribu pengedar narkoba di seluruh wilayahnya. Selama 2019 kemarin, terdapat 57 pelaku yang telah diringkus.

Dia memperkirakan jumlah pelakunya bakal meningkat lagi. Menurut Benny, selama enam bulan terakhir, personelnya telah menangkap 25 pelaku di berbagai lokasi.

“Tahun ini pasti kasus penyalahgunaan narkotika akan meningkat. Dengan mengacu situasi yang terjadi sekarang, jumlah kasusnya akan semakin tinggi,” kata Benny.

Seperti dilansir dari Antara, BNNP Jateng bersama aparat penegak hukum yang terkait akan terus berupaya menekan kumlah kasus penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Benny usai pemusnahan barang bukti kasus narkoba dalam rangka memperingati Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2020 yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2020 di halaman Kantor Gubernur Jateng.

Baca juga: Mengandung Bakteri Listeria Hingga Sebabkan Keguguran, Jamur Enoki Berbahaya!

HANI pada tahun ini mengangkat tema “Hidup 100 Persen pada Era New Normal: Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya, serta minuman keras dengan perincian sebagai berikut: ganja 28,2977 kilogram, sabu-sabu 141,2371 gram, dan ekstasi 551 butir.

Barang bukti lainnya berupa tembakau sintetis 303,18 gram, psikotropika 365 strip obat, 6.527 tablet obat, dan botol vibramox forte, 25 blister Pymaril, minuman beralkohol sebanyak 9.894 botol, dan 1.080,9 liter minuman beralkohol jenis ciu.

Pemusnahan barang bukti narkoba tersebut merupakan kegiatan bersama sebagai wujud sinergitas antara BNN Provinsi Jateng, Polda Jateng, dan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya bersama dalam menangani permasalahan narkotika.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengklaim akan bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk memperketat pintu masuk Jateng di area pelabuhan, bandara, dan juga jalan tol.

“Pintu-pintu diperketat Info terakhir pelabuhan dan bandara, pelabuhan tikus. Ini jadi perhatian jalan tol, perlu dijaga ketat” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*