Bayi Unta di Solo Zoo Akhirnya Diberi Nama Dovir Olan, Ini Artinya

Foto: instagram jurugsolozoo

JoSS, SOLO – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akhirnya memberi nama kepada anak onta yang lahir pada April lalu di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo. Hewan asal Timur Tengah resmi diberi nama Dovir Olan.

Nama tersebut diumumkan bersamaan saat pembukaan kembali Solo Zoo setelah tiga bulan tutup karena pandemi pada Jumat (19/6).

“Dovir Olan ini singkatan. Dumadakan ono virus, onta lanang lahir (mendadak ada virus, unta jantan lahir). Kalau diberi nama Micov, singkatan dari pandemi COVID-19 kan jelek,” kata Rudy di Solo Zoo, Jumat (19/6).

Rudy mengatakan sejak lama diminta memberikan nama untuk unta tersebut. Namun ide nama tersebut baru muncul waktu dia tiba di Solo Zoo. “Sudah sejak lama diminta beri nama, tapi saya lupa. Baru dapat pas cuci tangan tadi kok,” ujarnya, seperti dikutip dari Detik.com.

Sementara itu, Dirut TSTJ, Bimo Wahyu Widodo, mengatakan unta lahir pada 15 April 2020 pukul 11.30 WIB. Selain unta, ada beberapa hewan yang beranak selama tiga bulan tutup.

“Ada sitatunga satu ekor, kanguru dua ekor, rusa bawean satu ekor, dan rusa timor lima ekor. Sekarang koleksi kami sekitar 400 ekor,” kata Bimo.

Baca juga: Taman Satwa Jurug Dibuka, Anak-Anak, Lansia dan Ibu Hamil Dilarang Masuk

Bimo berharap dengan bertambahnya koleksi hewan di Solo Zoo bisa menambah minat masyarakat berkunjung ke Solo Zoo. Terlebih saat ini kebun binatang di tepi Bengawan Solo sudah kembali beroperasi meski secara terbatas.

“Ya harapannya bisa menambah minat masyarakat untuk ke kebun binatang,” tutupnya.

Seperti diketahui, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) resmi dibuka kembali setelah tiga bulan tutup karena pandemi COVID-19. Namun kini pengunjung hanya dibatasi maksimal 1.000 orang per hari dan dibagi menjadi dua kloter.

Pembatasan tersebut sesuai dengan protokol kesehatan new normal. Pengecekan suhu dan masker juga dilakukan di pintu masuk. “Jadi ini dimulai dulu. Kita batasi 1.000 orang dibagi dua dulu. Pertama 09.00-12.00 WIB dan kedua 13.00-16.00 WIB,” kata Bimo usai peresmian di TSTJ, Jumat pekan lalu.

Pembagian jam masuk itu telah ditetapkan ketika pengunjung reservasi tiket. Pengunjung bisa memilih hari dan jam terlebih dahulu.

“Jadi seperti bioskop itu, ada kuotanya, kalau jam ini penuh, bisa ganti hari lain atau jam lain. Di tiket sudah tertera itu,” ujar dia.

Selain itu, pembatasan juga dilakukan untuk anak-anak, ibu hamil dan lansia. Usia dan kondisi tersebut dinilai rentan dengan penyakit sehingga dilarang masuk. “Untuk awal memang dewasa dahulu, karena sekaligus untuk sosialisasi protokol kesehatan. Nanti ketika kondisi sudah baik, kita buka untuk anak-anak,” kata dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*