Undip Selamatkan Mahasiswa Terdampak Covid-19 Dari Ancaman Drop Out

Foto: kampusundip.com

JoSS, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berupaya keras menyelamatkan mahasiswa yang mengalami kesulitan agar tidak drop out dari kampus dengan memberikan keringan dan pembebasan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Di masa wabah Covid-19 ini, dari 300 mahasiswa yang mengalami kesulitan dan mengajukan pengunduran diri, 200 mahasiswa di antaranya bisa diselamatkan.

Wakil Rektor I Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Budi Setiyono, mengungkapkan pandemi Covid-19 membuat beberapa mahasiswa mengalami kesulitan ekonomi hingga terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Karena itu pihak perguruan tinggi melakukan langkah antisipatif. “Ada sekitar 200-an mahasiswa yang mengajukan keringanan. Kondisi mereka pada titik kritis akibat pandemi ini,” kata Budi Setiyono, Rabu (13/5/2020).

Menurut dia, memang ada proses verifikasi. Dan, kebijakan itu wajib dilakukan supaya bisa dipertanggung jawabkan. Pengajuan keringanan dan pembebasan UKT pun dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Prodi atau Fakultas baru ke universitas. “Nantinya pengajuan ini akan diverifikasi di tingkat fakultas sebelum dilanjutkan ke atas,” ujar dia.

Bagi mahasiswa yang disetujui pengajuannya, dan hanya memperoleh keringanan atau pembebasan UKT untuk satu semester, di semester depan bisa mengajukan lagi. “Setelah satu semester akan dilihat lagi, kondisi sudah membaik atau perlu diberi keringanan lagi,” katanya.

Kebijakan membantu mahasiswa agar bisa tetap melanjutkan studinya tidak hanya dengan memberi keringanan dan pembebasan UKT. Sejak beberapa tahun lalu Undip membantu mahasiswa yang kesulitan ekonomi dalam menempuh kuliah dengan menggandeng pihak lain. Diantaranya dengan mencarikan beasiswa dari 30 instansi yang bekerjasama dengan Undip, mencarikan orang tua asuh, memberi bantuan talangan alumni, dan memberi kesempatan bekerja paruh waktu di kampus dan instansi atau perusahaan yang menjadi mitra Undip.

Baca juga: Laboratorium RSND Undip Siap Uji Coba TFRIC 19 Bikinan Biofarma

Sebagai gambaran, setidaknya ada 6.000 mahasiswa setiap tahunnya yang mendapatkan beasiswa, baik dari kampus maupun melalui program lainnya. Di tahun 2020 ini, jumlahnya mahasiswa Undip yang menjadi penerima beasiswa jumlahnya mencapai 6.867 mahasiswa, dengan nilai bantuan Rp 65 miliar lebih.

Di samping beasiswa, mahasiswa yang mengalami kesulitan juga disertakan dalam program lain seperti dicarikan orang tua asuh yang tahun ini jumlahnya sekitar 80 mahasiswa. Untuk program orang tua asuh, pelaksanaannya dikoordinir oleh dosen-dosen pada tiap prodi.

Undip juga menyalurkan dana talangan dari alumni yang setiap tahunnya diberikan kepada 62 orang mahasiswa. Program lain untuk menolong mahasiswa agar tak putus kuliah adalah memberi kesempatan bekerja paruh waktu. Tahun 2020 ini ada sebanyak 150 slot pekerjaan yang bisa diisi, itu belum termasuk posisi asisten pada proyek-proyek penelitian.

Menghadapi wabah Covid-19 yang masih terus berlangsung, pihak universitas juga menyediakan bantuan Sembako dengan memberikan ATM Beras untuk mahasiswa yang tertahan di Semarang dan mengalami kesulitan biaya hidup. Adanya kebijakan work/study from home juga tidak bisa dinikmati semua mahasiswa. Ada mahasiswa yang masih bertahan di Semarang karena persoalan ekonomi dan pertimbangan lain.

Karena itu ditempuh langkah memberikan Sembako tiap dua minggu kali kepada sekitar 900 mahasiswa. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa yang berasal dari luar Jawa dan luar negeri yang tidak bisa pulang karena berbagai macam persoalan seperti tidak beroperasinya moda transportasi, sedang menyelesaikan tugas akhir, atau memiliki penugasan khusus.

Sedangkan untuk memastikan akses pembelajaran daring, kampus juga memberikan bantuan pulsa 10 GB per bulan kepada semua mahasiswa yang mengajukan permohonan bantuan. (wid)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*