
JoSS, SOLO – Wakapolresta Surakarta AKBP Iwan Saktiadi mengaku siap mengungkap pelaku yang memasok daging babi yang diolah menyerupai daging sapi yang dijual ke Bandung dan viral di media sosial. Kendati demikian pihaknya mengaku hingga kini belum menerima informasi secara langsung dari Polrestabes Bandung.
“Kami belum menerima informasi itu secara langsung, termasuk koordinasi dari Polrestabes Bandung. Sehingga kami belum bisa memberi keterangan resmi atau membenarkan pernyataan itu,” katanya mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai, Selasa (12/05).
“Juga apakah betul daging itu dari Solo atau bukan. Karena baru sebatas informasi dari pelaku, belum ada perkembangan lagi,” tambah dia, seperti dikutip dari Joglosemar.com.
Iwan memaparkan, apabila sudah ada koordinasi resmi, ia bakal siap membantu penyelidikan, pengungkapan, mendalami modus, hingga ke sumber pemasok daging babi itu sesuai dengan keterangan terperiksa Polres Bandung itu.
“Tentu harus sesuai dengan prosedur. Setelah ada infromasi jelas yang bisa menjadi dasar kita. Maka kita akan melakukan perbantuan penyelidikan lebih lanjut, mendalami modusnya, maupun sumber dari daging tersebut,” pungkas Iwan.
Baca juga: Heboh Temuan Daging Sapi Ternyata Daging Babi, Begini Cara Membedakannya
Seperti diketahui, Polresta Bandung mengamankan empat pelaku pengedar daging babi yang dijual seolah-olah daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Selama setahun mereka telah menjual dan mengedarkan 63 ton daging palsu tersebut.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan empat pelaku itu berinisial T (54), MP (46), AR (38), dan AS (39). Mereka, kata Hendra, mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks.
“Saudara T dan MP ini hanya warga ngontrak kurang lebih satu tahun, berasal dari Solo. Barangnya ini dikirim oleh temannya dari Solo ke sini dengan menggunakan mobil pick-up,” kata Hendra di Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Senin (11/5) seperti dilansir Antara.
Hendra menjelaskan, T dan MP berperan sebagai bandar daging tersebut, sedangkan AR dan AS berperan sebagai bandar sekaligus pengecer.
“Saudara AR ini menjual di daerah Majalaya, lalu saudara AS menjual di daerah Baleendah,” kata dia.
Hendra mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati atas modus penjualan daging babi yang menyerupai daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Pasalnya daging tersebut dijual lebih murah daripada daging sapi biasanya. (lna)

Leave a Reply