Giliran 500 Ribu Detail Data Login Pengguna Zoom Bocor di Web Gelap

Foto: techcrunch.com

JoSS, JAKARTA – Setelah geger sebanyak 91 juta data pengguna dan lebih dari tujuh juta data merchant Tokopeda dikabarkan dijual di situs gelap (dark web). Giliran pengguna aplikasi Zoom dibikin geram. Pasalnya lebih dari setengah juta detil login untuk aplikasi telekonferensi Zoom di web gelap atau dark web.

“Data login tersebut dijual dengan harga masing-masing 1,25 sen dan ditemukan dibeli oleh perusahaan keamanan siber, Cyble,” tulis surat kabar Sinday Times itu seperti dikutip melalui Bloomberg, Minggu (3/5).

Cyble diketahui membeli data login dari seseorang berbahasa Rusia melalui layanan pesan Telegram, yang memungkinkan pengiriman pesan anonim. Zoom Video Communications Inc. telah melihat lonjakan penggunaan global selama lockdown berlangsung di tengah pandemi virus corona.

Namun perusahaan yang didirikan oleh Eric Yuan itu mendapat tekanan yang meningkat atas kerentanan dalam enkripsi perangkat lunak aplikasi.

Perusahaan tersebut telah dituntut atas tuduhan menyembunyikan kesalahan dalam aplikasinya, di mana kasus-kasus troll online menyelinap dan mengganggu pertemuan web dengan kata-kata kotor dan pornografi.

Dikutip dari Kompas.com, saham Zoom meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini bersamaan dengan kenaikan popularitasnya yang sangat cepat, tetapi pakar privasi dan keamanan dunia maya menyatakan skeptisme bahwa kondisi ini akan bertahan lama.

Berbagai pihak dari SpaceX dan Tesla Inc. milik Elon Musk hingga Departemen Pendidikan New York City, serta agensi pemerintahan di seluruh dunia telah mulai melarang penggunaan aplikasi Zoom di tengah ketidakpastian masalah keamanan.

Baca juga: Sebanyak 91 Juta Data Pengguna Tokopedia Bocor, Kemkominfo Panggil Direksi

Seperti diketahui, aplikasi telekonferensi Zoom, kini tengah menjadi sorotan. Bukan hanya karena digunakan banyak penduduk dunia yang sedang pyhsical distancing demi meminimalisasi wabah virus corona, tapi juga karena celah keamanan yang ada di dalamnya.

Baru-baru ini, dikabarkan ribuan video rekaman pertemuan virtual di Zoom, bocor di internet. Padahal, di dalam video tersebut, banyak informasi sensitif seperti wajah anak-anak yang sedang telekonferensi, pendapatan perusahaan, hingga konten asusila.

CEO Zoom, Eric Yuan bahkan mengakui jika aplikasinya tidak sepenuhnya aman. Ia pun berjanji akan menyelesaikan masalah privasi dan kemanan dama beberapa bulan ke depan. Bahkan di beberapa negara bagian AS, Zoom sudah dilarang untuk digunakan.

Departemen Pendidikan New York telah melarang pengajar untuk menggunakan Zoom saat melakukan telekonferensi dengan para murid yang sedang belajar di rumah.

Mereka pun diarahkan untuk menggunakan aplikasi sejenis yang dianggap lebih aman, seperti Microsoft Teams dan akan melatih para guru serta staff departemen untuk menggunakannya. Apabila Anda merasa salah satu yang sangat khawatir akan keamanan data pribadi akibat rentannya keamanan Zoom, menghapus akun bisa dipertimbangkan.

Cara menghapus akun Zoom tidak sulit. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi situs Zoom di tautan berikut lalu log in ke akun Zoom. Kemudian, pergi ke menu “Admin” yang ada di sidebar kiri. Klik Account Management lalu piluh Account Profile. Di sebelah kanan nantinya terdapat opsi Terminate my account, klik opsi tersebut lalu pilih yes untuk menghapus akun. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*