
JoSS, JAKARTA – Tangisan Muhhamad Nursyamsurya pecah di acara Mata Najwa. Dengan penuh emosional, sopir pengangkut jenazah di DKI Jakarta ini menyampaikan jetitan hatinya kepada masyarakat agar tetap berada di rumah pada masa pandemi virus corona ini.
Pria yang kerap disapa Syam ini begitu prihatin dengan situasi saat ini, di mana setiap harinya puluhan jenazah harus dia dan timnya makamkan dengan prosedur penanganan covid-19. Ironisnya, masih banyak masyarakat yang keluar rumah, jalanan masih macet, seolah masyarakat tidak peduli dengan banyaknya korban yang terus berjatuhan.
“Rasanya saya ingin berteriak di jalanan. Tolong, kalian tetap di rumah. Agar tidak banyak lagi korban. Setiap hari kami memakamkan pulihan jenazah covid-19. Tolong, bantu kami. Kami juga ingin menjalani kehidupan normal seperti sebelunya,” katanya di acara Mata Najwa, yang diunggah di Intagram.
Melalui unggahan di channel Youtube ‘Najwa Shihab’, sopir mobil jenazah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta ini menceritakan pekerjaannya sehari-hari yakni mengurusi jenazah orang-orang terlantar di wilayah ini.
“Kami itu aslinya bekerja mengurus jenazah-jenazah terlantar di DKI Jakarta, jadi seluruh DKI Jakarta kami mengurus jenazah-jenazah,” ujar Nursyamsurya.
Baca juga: Diminta Isolasi Mandiri Malah Mudik dan Main Voli, Satpam RSUP Kariadi Ternyata Positif Covid-19
Namun, di tengah pandemi corona saat ini, hampir setiap menit teleponnya berbunyi, perintah untuk memakamkan jenazah dengan catatan medis pasien dengan penyakit menular.
“Kami lelah, nyaris tanpa jeda telepon kami berdering, perintah untuk memakamkan jenazah covid-19. Kalau kalian melihat apa yang kami lakukan pasti sedih. Puluhan jenazah dimakamkan tanpa di antar keluarganya, enggak didoain, langsung dimasukkan liang lahat, Saya sedih..,” ucapnya terbata.
Dengan sangat dia memohon kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah di masa pandemi, mengikuti anjuran pemerintah. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan, dan Lebaran.
“Sebentar lagi Ramadhan, apa kalian mau kami seperti ini terus?? kami juga ingin solat Tarawer, kami ingin berLebaran. Tolong sekali lagi, ikuti anjuran pemerintah,” tegasnya.
Sebagai seorang manusia, rasa khawatir saat bertugas tentu ada. Tetapi dirinya dan rekan-rekan tetap menjalankan pekerjaannya dengan profesional.
“Itu memang tugas, memang kami harus menjalankan itu, memang ada rasa khawatir, manusiawi. Tapi bertambahnya hari ke hari, karena bertambahnya yang meninggal itu yang membuat kami sedih karena bertambah terus,” ujar Syam. (lna)

Leave a Reply