Korpri Jateng Beri Bantuan Kepada Mahasiswa Yang Masih Bertahan di Rusunawa Undip

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa di Rusunawa Undip. Hadir juga Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama (berkemeja putih) | Foto: Istimewa

JoSS, SEMARANG – Korpri Jateng memberikan bantuan sembako kepada mahasiwa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang hingga kini masih bertahan di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Undip. Para mahasiswa tersebut tidak bisa kembali ke kampung halaman karena wabah covid-19.

Bantuan dari Korpri Jateng tersebut diserahkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (25/4) di halaman Rusunawa Undip, Tembalang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa mahasiswa yang masih tinggal dan tidak bisa pulang harus tetap memiliki semangat dan semoga bantuan ini bermanfaat bagi mahasiswa.

“Hal ini menjadi suatu hal yang penting untuk kita untuk generasi-generasi yang hebat dan cerdas ini, agar mereka tetap bisa tercukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan disaat pandemi ini, karena mereka mahasiswa yang akan merubah nasib keluarganya kelak menjadi lebih baik,” tutur Ganjar.

Dari 1.000 mahasiswa penghuni rumah susun mahasiswa 150 di antaranya sampai saat ini masih bertahan. Diantara mereka yang sudah tidak mendapat kiriman uang dari orangtuanya Total Rusunawa Undip terdiri dari 5 unit gedung, yang setiap unitnya terdiri dari 2 bidang dan memiliki 5 lantai.

Mahasiswa yang menghuni rusunawa tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat juga mahasiswa dari negara sahabat. “Ternyata mereka tidak pulang dan cukup banyak jumlahnya di sini,” katanya.

Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, Jawa Tengah khususnya, Ganjar secara intensif keliling menyambangi mahasiswa dari luar daerah. Kali pertama, asrama yang dikunjungi adalah asrama masiswa Papua. “Dan dari kami keliling mulai banyak orang terinspirasi dan mulai kelihatan. Kemarin saya hanya nengok Papua dan Aceh. Ternyata mahasiswa yang tertinggal itu banyak,” imbuhnya.

Baca juga: Undip Luncurkan Layanan PCR Untuk Pemeriksaan Covid-19 Di RSND

Selain mahasiswa Papua dan Aceh, asrama mahasiswa lain daerah juga telah ditengok Ganjar. Mulai dari Jabar, Jatim, Sulawesi Selatan dan lainnya. Ganjar memastikan para mahasiswa yang tetap bertahan di Semarang itu dapurnya tetap mengepul.

“Nah kemarin kita mendengar banyak mahasiswa dari Undip yang tidak pulang cukup banyak, bisa tidak kita lihat kondisinya. Bahkan tadi ada yang kondisinya sudah tidak mendapat kiriman dari orangtuanya dan bekerja part time di kafe. Tapi kafenya tutup,” ujarnya

Mahasiswa tersebut bernama Ratih Ester Nababan, mahasiswa semester 8  Fakultas Sains dan Matematika. Menurut Ester, hari ini jadi penting bagi dirinya karena mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah,Ganjar Pranowo.

Dia yang asli Tapanuli Sumatera Utara mengatakan, sudah hampir 3 bulan tidak ada kiriman uang yang dia terima dari orangtuanya. “Sekarang kerja part time di kafe. Satu hari kerjaannya 6 jam. Tapi kafenya mau tutup. Terimakasih Pak Ganjar bantuannya,” kata Ester yang mengatakan orangtuanya hanya berprofesi sebagai petani.  Sejumlah bantuan diberikan Ganjar untuk mahasiswa yang tetap bertahan di rusunawa tersebut. Dari beras, mie instan, minyak goreng, buah-buahan dan makanan siap saji.

Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama, menyambut baik bantuan tersebut sebagai salah satu upaya untuk membantu mahasiswa yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya dan bertahan tinggal di rusunawa Undip. Rektor berpesan kepada mahasiswa yang masih tinggal di lingkungan kampus Semarang harus tetap jaga kesehatan jasmani dan rohani, ikuti petunjuk serta arahan dari pemerintah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*