Kasus Positif Covid di Jateng Tembus 538, Semarang Tertinggi Brebes Nihil

Ilustrasi | Foto: jateng.inews.id

JoSS, SEMARANG – Jumlah pasien positif virus corona (COVID-19) di Jawa Tengah pada Kamis (23/4) meningkat 59 orang sehingga total kasus positif mencapai 538 orang. Dari jumlah tersebut, Kota Semarang tertinggi, sementara Brebes hingga kini nol kasus.

Juru Bicara Pemerintah COVID-19, Achmad Yurianto dalam konferensi persnya menyatakan di hari yang sama tidak ada penambahan pasien positif yang dinyatakan sembuh. Jumlahnya masih tetap 54 orang. Adapun untuk jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Jawa Tengah mencapai 53 orang.

Dia menambagkan Jateng menduduki peringkat keempat dengan jumlah pasien positif virus corona terbanyak se-Indonesia. Urutan pertama adalah DKI Jakarta (3.517 kasus), kemudian Jawa Barat (784 kasus), Jawa Timur (664 kasus), dan Jawa Tengah (538 kasus).

Total keseluruhan pasien positif di Indonesia telah mencapai 7.775 yang tersebar di 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, pasien yang sembuh sebanyak 960 orang dan yang meninggal dunia ada 647 orang.

Sedangkan untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 195.948 kasus dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 18.283 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo menyatakan, Kota Semarang memiliki jumlah kasus penularan virus corona paling tinggi di Jawa Tengah. Sampai pertengahan April 2020, terdapat 125 warga Semarang yang dinyatakan positif tertular COVID-19.

Baca juga: Puncak Penyebaran Virus Corona di Jateng Diprediksi Pada Mei-Juni

“Daerah paling banyak positif virus corona sampai sekarang ada di Kota Semarang dengan 125 kasus warga yang positif,” terang Yulianto.

Sementara itu, Kabupaten Brebes menjadi satu- satunya daerah di wilayah Jateng yang tidak ditemukan kasus positif terinfeksi virus corona. “Banyak faktor yang membuat brebes tidak ditemukan kasus positif virus corona. Tidak menutup kemungkinan pula masyarakat setempat memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi,” katanya.

Dia memperkirakan bahwa kedisiplinan warga Brebes dalam mencuci tangan memakai sabun cukup baik dalam upaya-upaya memutus mata rantai virus corona. Ini bisa menjadi faktor brebes belum ada kasus positif covid 19.

“Social distancing, physical distancing- nya di sana berhasil, lalu yang kedua kedisiplinan masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah tenaga medis yang terinfeksi virus vorona terus bertambah. Di sejumlah rumah sakit rujukan pasien COVID-19, ungkapnya, ada 60 tenaga medis yang positif virus corona.

“Itu sebarannya ada di RS Kariadi, beberapa rumah sakit lainnya di Kota Semarang, Pemalang, Solo dan Magelang. Keseluruhannya tenaga medis yang dinyatakan positif COVID-19 ada 60 orang,” pungkas Yulianto. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*