Viking Sun Kapal Pesiar Dari Darwin Tadinya Hendak Kunjungi Sejumlah Objek Wisata Ini

Kapal pesiar Viking Sun | Foto: gatra.com

JoSS, SEMARANG – Kapal pesiar Viking Sun yang mengangkut sekitar 738 wisatawan dari sejumlah negara di Benua Eropa dan Amerika ini pasrah tak jadi mengunjungi tempat-tempat wisata poluler di Semarang seperti Kota Lama, Klenteng Sam Po Kong dan Candi Borobudur.

Dampak wabah virus corona yang telah memasuki Indonesia membuat sejumlah kepala daerah memberlakukan standar keamanan yang ketat. Setelah ditolak oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kapal berbendera Norwegia yang berangkat dari Darwin, Australia ini juga ditolak bersandar di Tanjung Emas Semarang.

Kapal pesiar yang merupakan salah satu terbaik di dunia ini akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bali setelah selesai mengisi logistik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Ini mengisi logistik. Setelah ini berangkat ke Bali, arah timur. Rencana sampai di Bali tanggal 8 (Maret),” kata Kepala Cabang Destination Asia-Indonesia Yogyakarta, Nyoman Sudirman di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (5/3).

Kapal pesiar Viking Sun ini bahkan tidak menginap di Tanjung Emas. Penumpang tidak diperbolehkan turun menyusul surat dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Surat tersebut berisi penolakan kapal merapat di Tanjung Emas terkait isu Virus Corona (COVID-19). Keputusan itu hasil dari rapat forkopimda karena kapal berangkat dari Australia yang menjadi salah satu negara dengan kasus Corona.

Meski demikian, wali kota yang akrab disapa Hendi itu akhirnya mengizinkan kapal tetap bersandar untuk sebatas mengisi kebutuhan logistik. Tapi dengan catatan para penumpangnya dilarang turun dari kapal.

Baca juga: Masyarakat Jangan Panik, Bila Ada Gejala Virus Corona, 11 RS Ini Bisa Jadi Rujukan

“Tidak ada penumpang satupun yang boleh turun, karena keinginan kami menjaga kenyamanan, keselamatan dan kesehatan warga Kota Semarang,” tegas Hendi, seperti dikutip dari Detik.com.

Kapal pesiar Viking Sun memiliki agenda mengantar wisatawan mancanegara ke Pulau Komodo, Semarang, Surabaya, dan Bali. Namun di Semarang dan Surabaya, kapal tersebut sudah mendapat penolakan dengan pertimbangan kesehatan.

Sementara itu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan seluruh penumpang di kapal pesiar Viking Sun terkait virus corona.

Kepala KKP Semarang, Aryanti menjelaskan ada 15 personel KKP yang melakukan pemeriksaan KAmis (5/3) pagi di kapal Viking Sun yang menunggu 1,5 mil dari pelabuhan sebelum berlabuh.

“Kami tadi ada 15 personel naik kapal periksa seluruh penumpang dan kru dan hasil pemeriksaan tidak ada satupun yang sakit, tidak ada yang demam, dan tidak ada gejala Corona, kapal itu aman. Saya sudah laporkan ke Pak Gubernur dan Pak Wali Kota, dan Menteri Kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan tim medis dibagi tiga kelompok dan memeriksa satu per satu penumpang. Prosesnya dimulai pukul 09.00 WIB dan rampung sekitar pukul 11.00 WIB. Ada 738 penumpang dan 452 kru dalam kapal itu yang diperiksa.

Semua kru dan penumpang dinyatakan aman dari corona namun tetap mendapat penolakan. Menurut Aryanti hal itu merupakan wewenang kepala daerah. Ia menyebut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yakin kapal itu aman, tapi demi ketenangan warga Semarang maka keputusan diambil.

“Itu (penolakan) otoritas kepala daerah, tadi sudah menghadap ke Wali Kota. Pernyataan ini menampung aspirasi masyarakat. Pak Wali tadi menyampaikan meyakini kapal itu aman,” jelasnya.

Dari sisi pariwisata memang disayangkan penumpang dari salah satu kapal pesiar terbaik dunia tersebut tidak jadi melancong ke Jawa Tengah. Menurut Aryanti warga masih panik sehingga kepala daerah menenangkan.

“Sayang sekali turis tidak bisa turun di Semarang dan Borobudur. Tapi masyarakat kita panik dan khawatir sehingga kepala daerah berusaha menenangkan,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*