
JoSS, SEMARANG – Kepala Perum Bulog Kanwil Jateng, Basirun mengatakan stok beras di wilayah ini aman sampai 8 bulan ke depan. Adapun, untuk stok beras di Bulog Jateng saat ini mencapai 107.076 ton. Hal itu dengan estimasi realisasi KPSH saat ini rata-rata per hari 500 ton, maka stok beras yang ada masih sangat mencukupi.
“Stok beras saat ini masih 107.076 ton. Masih sangat besar, dan tersebar di 4 kantor cabang, yakni di Semarang 37.865 ton, Pati 17.802 ton, Surakarta 20.032 ton, dan Pekalongan 31.377 ton,” katanya, Jumat (6/3).
Menurutnya, stok beras yang tersedia bahkan masih terlalu besar. Hal ini mengingat pada bulan April hingga Juni diprediksi memasuki musim panen.
“Kalau musim panen raya, otomatis serapan / permintaan dari masyarakat terhadap beras Bulog akan turun, sehingga ketahanan stok bisa lebih lama lagi,” ujarnya, seperti dikutip dari Bisnis.com.
Baca juga: Pemprov Jateng Beri Insentif 211.255 Guru Agama
Dia menambahkan, dengan stok yang cukup besar tersebut, akan mempengaruhi kemampuan BULOG untuk menyerap hasil panen petani, namun petani tidak perlu khawatir akan adanya harga jatuh.
Pasalnya, saat ini harga gabah kering panen di pasaran masih di atas Rp5.000 perkilogram, sedangkan HPP gabah kering panen hanya Rp4.070 perkilogramnya.
“Kondisi tersebut menunjukkan jika saat panen tiba, kemampuan pasar untuk menyerap hasil panen petani masih cukup baik,” tegasnya.
Sementara itu, terkait dengan isu virus corona, Basirun mengaku, di Jateng tidak ada kepanikan pembelian sembako besar-besaran, sehingga stok pun hingga kini masih tetap aman. Sedangkan dilihat dari serapan beras secara harian pada beberapa hari ke belakang pun masih stabil.
“Kalau diamati, di Jateng tidak ada pengaruh kepanikan atau rush sembako, sehingga stok beras masih aman-aman saja,” katanya. (lna)

Leave a Reply