
JoSS, SUKOHARJO – Siswa SMK Citra Medika Sukoharjo membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizier. Produk yang kini dicari masyarakat terkait mewabahnya virus corona itu dijual mulai Rp7.000/botol.
Para siswa Jurusan Farmasi SMK Citra Medika Sukoharjo berinisiatif membuat cairan pembersih tangan berbahan baku lidah buaya atau aloe vera yang dicampur serbuk gliserin dan sodium carboxymethyl cellulose sodium (CNC-na).
Para siswa Sukoharjo ini pun memberikan inspirasi agar masyarakat bisa membuat sendiri hand sanitizer. Terlebih lidah buaya sebagai bahan baku sangat mudah didapat dan bisa dibudidayakan di pekarangan rumah.
“Kami ingin mengantisipasi penularan virus Corona atau Covid-19 dengan mengubah perilaku masyarakat agar rajin mencuci tangan dengan hand sanitizer. Pembuatan hand sanitizer berbahan baku lidah buaya cukup sederhana dan tak rumit,” kata seorang siswa kelas XI Jurusan Farmasi SMK Citra Medika, Dilla Fara Cahyaningrum, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (11/3).
Tanaman lidah buaya itu ditanam di kebun sekolah. Biasanya, para siswa memotong beberapa daun lidah buaya yang langsung dikupas. Gel lidah buaya dicampur dengan serbuk kimia dan alkohol 96 persen.
Baca juga: Cegah Covid-19, Guru Besar Unair Ajak Masyarakat Manfaatkan Empon-empon
Dilla dan beberapa siswa lainnya mampu memproduksi puluhan botol hand sanitizer dalam sepekan. “Harga hand sanitizer melonjak tajam seiring merebaknya virus Corona di sejumlah negara. Sementara harga hand sanitizer lidah buaya cukup terjangkau,” ujar dia.
Tanaman lidah buaya bersifat antivirus dan antibakteri yang mendukung kesehatan tubuh. Gel lidah buaya bermanfaat sebagai antioksidan lantaran mengandung senyawa polifenol. Senyawa ini mampu menghambar pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi penyakit. Selain itu, lidah buaya mengandung beragam vitamin di antaranya A, B, C dan E.
Harga hand sanitizer senilai Rp7.000 per botol kecil dan Rp12.000 per botol besar. “Kami juga menjual masker herbal Rp3.000 per lembar. Penjualan masker dan hand sanitizer masih terbatas. Kami hanya menjual saat event di luar sekolah,” kata dia.
Selain hand sanitizer, para siswa juga memproduksi beragam minuman jamu yang terbuat dari empon-empon seperti jahe, temulawak dan kunyit. “Empon-empon berkhasiat menjaga sistem imun tubuh terhadap paparan virus. Dengan meminum ramuan herbal itu, kesehatan tubuh lebih terjaga,” ujar dia.
Kepala SMK Citra Medika Sukoharjo, Ryan Andriyanto, mengatakan produk hand sanitizer yang dibikin para siswa merupakan terobosan sekolah untuk menyikapi mahalnya harga cairan pembersih tangan di pasaran. Hand sanitizer lidah buaya itu dipasarkan saat kegiatan car free day (CFD) Solo, Boyolali, Klaten dan Solo Baru. (lna)

Leave a Reply