Muhyiddin Jadi PM ke- 8 Malaysia, Mahathir: Dia Penghianat Sebenarnya

Kolase, Mahathir Mohamad - Muhyiddin Yassin | Foto: .thestatesman.com/scmp.com

JoSS, KUALA LUMPUR – Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Muhyiddin Yassin resmi dilantik sebagai perdana menteri Malaysia ke 8. Muhyiddin dilantik langsung oleh Raja Malaysia, Yang-di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin al-Bustafa Billah Shah di Istana Negara, Minggu (1/3).

“Bismillahirohamnirohim. Saya Muhyiddin Yassin dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia kedelapan, bersumpah dengan segala daya dan upaya untuk mengemban jabatan dengan sebaik-baiknya,” ucap Muhyiddin seperti dikutip kantor berita Bernama.

Sebelumnya, PM ketujuh Malaysia Mahathir Mohamad mengundurkan diri pada Senin (24/2). Pengunduran diri ini diduga terkait dengan pembentukan koalisi baru.

Raja Malaysia memutuskan untuk memilih Muhyiddin setelah memanggil seluruh anggota Dewan Rakyat untuk mencari calon yang meraih dukungan mayoritas.

Sekretaris Jenderal Partai Islam SeMalaysia (PAS), Datuk Takiyuddin Hassan, menyebut pihaknya dan partai sekutu, yakni Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu (UMNO) dan anggota Gabungan Partai Sarawak (GPS), memberikan 114 suara dukungan dari total 222 suara di parlemen kepada Raja Abdullah untuk menunjuk Muhyiddin.

Sementara itu, koalisi Pakatan Harapan menyatakan masih tetap mendukung Mahathir sebagai kandidat perdana menteri. Mahathir pun mengklaim masih memperoleh dukungan mayoritas di parlemen serta menyebut Muhyiddin sebagai pengkhianat.

Terkait pengangkatan tersebut, mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tak sepakat. Ia bahkan menganggap Muhyiddin adalah pengkhianat partai dan negara yang sebenarnya.

Baca juga: PM Malaysia Mahathir Mohamad Mundur, Spekulasi Politik Bermunculan

“Azmin Ali mempunyai agenda tersendiri, tetapi pengkhianat sebenarnya adalah Muhyiddin yang memang bercita-cita untuk menjadi Perdana Menteri,” ucap Mahathir dalam jumpa pers yang dilangsungkan sebelum pelantikan Muhyiddin di Istana Negara pada Minggu (1/3) pagi, dikutip kantor berita Bernama.

Di depan wartawan, Mahathir menganggap Muhyiddin tidak memiliki mayoritas suara dari Dewan Rakyat (parlemen Malaysia) sehingga tidak pantas diangkat sebagai PM.

Politikus berusia 93 tahun itu mendorong anggota parlemen untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) itu.

Selain itu, Mahathir juga mengatakan bahwa dia dan lima lagi anggota parlemen dari Partai Bersatu tidak mendukung pelantikan Tan Sri Muhyidin jadi perdana menteri. “Muhyiddin bukan Perdana Menteri yang tepat,” kata dia, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Sejauh ini, Muhyiddin sendiri belum menanggapi soal tudingan Mahathir tersebut.

Diketahui, Mahathir mundur dari jabatannya sebagai PM ke-7 Malaysia pada Senin (24/2). Pengunduran diri itu diduga terkait dengan manuver politik dalam tubuh Pakatan Harapan yang berupaya membentuk koalisi baru dengan menggandeng UMNO, partai oposisi yang sempat berkuasa di era PM Najib Razak.

Pembentukan koalisi baru itu disebut digagas oleh mantan wakil Partai Keadilan Rakyat (PKR), Mohamad Azmin Ali, yang terdiri dari Partai Bersatu, UMNO, dan Partai Islam SeMalaysia (PAS).

PKR lantas memutuskan memecat Azmin dan sejumlah politikus koalisi lainnya yang dianggap berkhianat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*