Erick Thohir Instruksikan RS BUMN Sediakan Crisis Center dan Ruang Isolasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir | Foto: nusantaratv.com

JoSS, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginstruksikan rumah sakit milik pemerintah wajib menyediakan pusat krisis (crisis center) dan ruang isolasi untuk mewaspadai wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia.

Ia juga meminta rumah sakit BUMN menyediakan ruang isolasi selama wabah virus corona masih terjadi. “BUMN yang memiliki layanan rumah sakit, agar menyediakan crisis centre,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).

Erick Thohir memerintahkan pula BUMN farmasi untuk mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga cairan antiseptik di tengah merebaknya wabah corona.

“BUMN farmasi, agar mempertahankan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga alat pelindung diri, cairan antiseptik atau alat-alat sanitasi,” ujar Erick Thohir.

Surat Edaran Nokor SE-1/MBU/03/2020 Tentang Kewaspadaan terhadap Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Erick Thohir juga meminta agar BUMN pangan dan pupuk untuk menjaga stok dan distribusi menyusul wabah virus corona masuk ke Indonesia.

“BUMN pangan, agar mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok,” ujarnya seperti dikutip dari Tempo.co.

Dia menginstruksikan kepada BUMN pangan untuk mempertahankan distribusi pangan dan bahan pokok selama wabah corona masih terjadi.

Baca juga: Masyarakat Jangan Panik, Bila Ada Gejala Virus Corona, 11 RS Ini Bisa Jadi Rujukan

Selain itu BUMN pupuk harus menjaga stok dan distribusi pupuk kepada petani. “BUMN Pupuk, agar menjaga ketersediaan stok dan penyalurannya kepada para petani,” kata Erick Thohir.

Surat edaran itu diterbitkan menyusul ditemukannya dua WNI yang positif mengidap virus Corona. Kini kedua pasien masih dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Terkait kelangkaan dan kenaikkan harga masker di sejumlah wilayah di Indonesia, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meyakini kenaikan harga masker yang saat ini terjadi hanya bersifat sementara. Menurutnya melambungnya harga masker disebabkan tingginya permintaan akibat terkonfirmasinya virus corona (COVID-19) di Indonesia.

“Ini kan sifatnya sementara dan itu karena kejadian virus ini jadi demandnya meningkat,” kata Agus.

Seperti diketahu, sebelumny Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia. Kasus ini menimpa dua orang yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Kini, keduanya dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Bersamaan dengan pengumuman ini, harga masker di pasaran langsung meroket tajam. Di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker jenis Nexcare isi 50 tembus Rp 850 ribu per kotak. Lalu, Sensi seharga Rp 450 ribu, dan Accurate Rp 400 ribu.

Meski harganya tengah meroket, Agus menyebut pihaknya telah mengecek persediaan masker di produsen dan eceran. Ternyata, kata dia, stok masker sebenarnya masih aman. Namun demikian, permintaan yang tinggi yang kemudian membuat harganya naik. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*