Empat Point Pendorong Indonesia Menjadi Kekuatan Ekonomi Syariah Tingkat Dunia

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menerima UNS Award, Rabu (11/3) | Foto: Tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan Indonesia harus tampil sebagai kekuatan ekonomi syariah tingkat dunia. Melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KONEKS) pihaknya terus mendorong dan mengoptimalkan potensi perekonomian berbasis syariah itu.

Menurutnya ada empat poin untuk pengembangan ekonomi syariah yakni pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan keuangan syariah, ketiga pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha Syariah.

Hal itu diungkapkan Wapres pada  Dies Natalis ke – 44 UNS di Auditorium G.P.H Haryo Mataram UNS,
Rabu (11/3). “Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) sebagai perguruan tinggi pencetak generasi unggul agar ikut mendorong kemajuan ekonomi syariah,” kata Ketua Harian KONEKS ini.

Dalam kesempatan yang dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto , Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, Wapres K.H. Ma’ruf Amin mendapat penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Upa Baksana.

Penghargaan Parasamya Anugraha itu merupakan penghargaan tertinggi untuk kepeloporan
kemasyarakatan dan kemanusiaan dalam bidang kemajuan dan pengembangan ekonomi.

“Saya memaknai penghargaan dari UNS, karena sumbangan saya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tutur Ma’ruf Amin.

Baca juga: Dongkrak Perekonomian, Pemerintah Tambah 4 Hari Libur Tahun Ini

Dia mengatakan mau menerima penghargaan UNS Award Parasamya Anugraha Dharma Krida Upa Baksana dengan syarat UNS turut berkiprah dalam pengembangan ekonomi nasional, khususnya ekonomi syariah.

“Perjuangan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber kemaslahatan umat, jalannya masih panjang,” papar Ma’ruf.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Islam terbesar, lanjutnya Indonesia sudah seharusnya menjadi pemimpin dunia dalam hal ekonomi dan keuangan Syariah.

“Pengembangan ekonomi syariah ini sebenarnya berawal dari keinginan para ulama dalam rangka melindungi umat supaya bermuamalah sesuai dengan syariah.Terutama di dalam berbagai transaksi keekonomian, lebih khusus lagi transaksi perbankan dengan sistem bunga, yang oleh ulama dikatakan sebagai riba yang diharamkan,” jelasnya.

Sementara Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dalam orasi ilmiah dengan tema akselerasi reorientasi pembelajaran 4.0 untuk meningkatkan daya saing bangsa mengatakan UNS terus berkreasi dan berinovasi untuk memajukan bangsa diantaranya menggelar UNS Mengajar Indonesia melibatkan lebih dari 3.300 dosen dan alumni turun langsung mengajar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia hingga ke sekolah anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perkebunan kelapa sawit Sabah dan Serawak Malaysia.

“Kami ingin menyampaikan perspektif sudut pandang terhadap konsepsi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Yang pertama dari sisi mahasiswa sebagai pengguna utama layanan kampus. Mahasiswa akan diajak berenang tidak hanya di kolam renang tapi berenang di laut lepas yang bisa jadi anginnya berubah setiap saat, bisa jadi ada pusaran arus bawah laut yang tidak nampak. Selain tantangan tersebut, mahasiswa juga akan diajarkan kemampuan menyelami masa depan, dengan teknik penyelaman yang benar,” papar Rektor UNS. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*