JoSS, JAKARTA – Jumlah kasus terinfeksi virus corona di Indonesia menjadi 4 orang, menyusul diumumkannya dua kasus baru yang terkait dengan pasien sebelumnya. Sementara itu 548 orang dilaporkan memiliki gejala yang kini dalam pengawasan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS).
Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) Mohammad Syahril mengatakan dua orang baru terkonfirmasi positif virus corona termasuk dalam 548 orang dalam pemantauan (ODP) RSPI SS.
Kondisi mereka juga tidak menunjukkan gejala-gejala serius, hanya karena dua orang tersebut memiliki riwayat kontak langsung dengan Kasus 1 dan Kasus 2 positif virus corona di Indonesia, RSPI SS pun langsung mengisolasi mereka di ruangan khusus.
“Dua yang masuk kemarin juga (awalnya) ODP tapi dia ada kontak sehingga diisolasi,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (6/3).
Syahril mengatakan pengecekan laboratorium keduanya sudah dilakukan dan hanya bisa diumumkan satu pintu melalui juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, yang sudah mengumumkannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Syahril menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan pasien yang terkonfirmasi positif menurut hasil laboratorium belum tentu dikarenakan gejala yang sama.
“Contohnya, orang yang dua itu sebetulnya kondisinya tidak ada apa-apa, tapi karena dia sudah ada kontak, lalu diperiksa, itu positif, maka dia harus diisolasi supaya tidak menimbulkan penularan kepada yang lain,” kata Syahril.
Baca juga: Rail Clinic PT KAI Bakal Kelilingi Jawa Untuk Antisipasi Penyebaran Corona Virus
Syahril juga mengatakan bahwa kondisi keduanya saat diisolasi memiliki batuk yang belum mereda namun pada hari ini mereka tidak demam, tidak panas badannya, tidak ada sakit tenggorokan, dan juga tidak sesak napas. Karena kondisi yang baik pula, maka kedua pasien juga tidak membutuhkan ventilator. “Kondisinya baik tidak ada yang diharuskan memakai ventilator,” ujar Syahril.
Sementara itu, Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang diisolasi meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso. Pasien itu meninggal karena pneumonia.
“(Cause of death) pneumonia. Jadi ISPA itu bisa ISPA ringan, sedang, berat, berat sekali, namanya pneumonia ya,” kata Syahril.
Status positif atau negatif Corona dari pasien tersebut masih dievaluasi. Hasil evaluasi akan diumumkan oleh Kemenkes. “Nanti diumumkan oleh Kemenkes,” kata Syahril.
Syahril mengatakan para petugas yang menangani jenazah pasien tersebut tak menggunakan alat pelindung diri (APD). Semua yang berkaitan dengan jenazah itu disebutnya sudah didisinfektan.
“Oh nggak (menggunakan APD), sudah habis berarti sudah selesai. Udah nggak menular, sudah habis, udah didisinfektan semua,” ujarnya.
Seperti diketahui, pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso itu meninggal dunia pada Kamis (5/3) kemarin. Pasien berusia 65 tahun dan berjenis kelamin perempuan itu kini sudah dimakamkan.
“Kemudian ada satu pasien yang meninggal kemarin, pasien yang meninggal kemarin kan saya sudah bilang kondisinya memang buruk, pakai ventilator,” jelasnya.
“Rujukan dari rumah sakit swasta dan di sana sudah satu minggu, usianya tua, dan sudah dimakamkan oleh keluarga,” imbuhnya. (lna)

Leave a Reply