Benjamin Netanyahu Unggul Sementara Pada Pemilu Israel di Tengah Tuduhan Kasus Korupsi

Benjamin Netanyahu | Foto: nytimes.com

JoSS, ISRAEL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menang tipis dalam pemilu Israel yang berlangsung pada Senin (2/3). Meski demikian unggulnya suara yang diraih membawa Netanyahu menguasai suara mayoritas.

Pemilu Israel ini adalah yang ketiga kalinya yang dilakukan dalam tempo kurang dari setahun. Netanyahu yang merupakan Kepala Partai Likud, mengklaim kemenangannya melawan mantan Kepala Militer Benny Gantz dari Partai Biru dan Putih.

Seperti dikutip dari reuters.com, hampir sepertiga suara yang masuk sudah dihitung. Netanyahu saat ini kurang tiga kursi untuk bisa menguasai suara mayoritas parlemen Israel. Hasil pemilu ini kemungkinan akan membuat Israel kembali menghadapi jalan buntu.

Dilansir dari Tempo.co, Netanyahu, 70 tahun, memenangkan pemilu di tengah bayang-bayang sidang korupsi terhadapnya. Kemenangan Netanyahu dalam pemilu ini bisa menjadi jalan banyak untuk mencaplok wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordania di bawah sebuah rencana damai yang sorongkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga: Jumlah Kasus Infeksi di China Menurun, 50% Pasien Dinyatakan Sembuh

Masyarakat Palestina telah menolak proposal Presiden Trump itu dengan menyebut proposal tersebut sama dengan membunuh mimpi mereka mendirikan sebuah negara yang layak di Tepi Barat dan Jalur Gaza, yakni wilayah yang dirampas saat perang timur tengah 1967.

Pemilu Israel dilakukan pada April 2019, lalu September 2019 dan Maret 2020. Dalam pemilu 2020 dengan 72 persen suara yang baru dihitung, Partai Likud unggul dengan 35 kursi, sedangkan Partai Biru dan Putih mendapat 32 kursi.

Dengan raihan ini, Perdana Menteri Netanyahu bisa membuat koalisi dengan sayap kanan dan partai-partai agama di Israel sehingga bisa mendapatkan 58 kursi parlemen, dari total 120 kursi di parlemen.

Dalam pemilu September tahun lalu, Partai Biru dan Putih mendapatkan 33 kursi, sedangkan Partai Likud 32 kursi. Dalam pemilu itu Gantz gagal membentuk pemerintahan koalisi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*