Bali Sepi Turis, Sejumlah Pegawai Hotel Dirumahkan

Ilustrasi | Foto: nyt.com

JoSS, DENPASAR – Penyebaran virus corona memukul sektor pariwisata di Bali. Sepinya kunjungan wisata di Pulau Dewata itu membuat sebagian besar hotel dan restoran merumahkan karyawannya. Hal itu dilakukan karena pihak hotel tidak mampu menggaji karyawan.

Virus dengan nama Covid-19 ini diketahui telah membunuh lebih dari 2.000 orang dan menginfeksi lebih dari 75 ribu masyarakat dunia. Berbagai negara mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri untuk menghindari penyebaran virus tersebut.

Kabar terkait kondisi industri pariwisata di Bali itu diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka yang menyatakan hotel dan restoran mengalami penurunan kunjungan dengan persentase bervariasi di tiap kecamatan.

Di Ubud, misalnya, penurunan kunjungan mencapai 3-5 persen. Kemudian di Sanur melorot hingga 10 persen. Tjokorda melanjutkan, penurunan kunjungan di Kuta tercatat paling besar. Namun, ia tak menyebutkan besaran persentasenya.

“Hal ini menyebabkan lesunya aktivitas pariwisata di sejumlah kawasan sehingga beberapa restoran dan hotel mengambil langkah meliburkan pegawainya,” tutur Tjokorda.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan daerahnya tengah menderita potensi kerugian imbas mewabahnya virus corona. Menurut Putu, potensi kerugian tersebut berasal dari pembatalan paket wisata turis Cina yang tercatat mencapai US$ 6 juta atau Rp 82 miliar (kurs Rp 13.680).

Baca juga: WNI Kru Diamond Princess Yang Terinfeksi Covid-19 Bertambah, Pemerintah Upayakan Evakuasi

“Berdasarkan data dari agen travel yang kami dapat, pembatalan paket wisman Cina pada periode ini mencapai 20 ribu orang dengan rencana kedatangan lima hari,” tutur Putu saat dihubungi Tempo pada 8 Februari lalu.

Kerugian senilai Rp 82 miliar tersebut dihitung dari total pembatalan pesanan paket wisata dikalikan dengan rata-rata spending atau pengeluaran wisman. Menurut Putu, rerata pengeluaran wisman per lima hari kunjungan mencapai US$ 300 atau Rp 4,1 juta.

Kerugian makin terasa lantaran virus corona mewabah saat Cina memasuki masa peak season atau masa ramai kunjungan karena Imlek. Biasanya, kata Putu, tingkat kunjungan wisman Cina di Bali memuncak pada masa-masa ini.

Adapun menurut Putu, daerah wisata di Bali yang paling terpukul dengan mewabahnya virus corona ialah Nusa Penida, Nusa Lembongan, serta kawasan destinasi yang menyajikan pantai. Selain itu, paket cruise atau kapal pelayaran dan restoran seafood turut terhantam. Sebab, menurut dia, karakter wisman asal Cina umumnya menggemari panorama hingga hidangan bernuansa laut.

Putu memprediksi, melorotnya tingkat kunjungan wisman Cina ini akan berpengaruh terhadap realiasi kunjungan turis Bali secara keseluruhan pada akhir 2020. “Karena porsi kunjungan turis Cina ini terbanyak kedua setelah Australia,” tuturnya.

Pada 2019, kunjungan wisman Cina ke Bali tercatat sebanyak 1,18 juta orang. Kontribusi kunjungan tersebut mencapai 18 persen dari total jumlah wisman yang masuk ke Bali dalam satu tahun. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*