JoSS, LONDON – Istana Buckingham melucuti sejumlah gelar kerajaan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle karena mereka tidak lagi menjadi anggota kerajaan Inggris.
Pangeran Harry tidak lagi menggunakan gelar The Duke, begitu juga istrinya tak lagi menggunakan gelar Duchess of Sussex. Keduanya juga tidak lagi disapa sebagai Royal Highness. Pencopotan gelar kerajaan ini resmi berlaku pada musim semi mendatang.
Selain mencopot gelar kerajaan Harry dan Meghan, keduanya juga diharuskan membayar kembali dana Sovereign Grant funds yang baru-baru ini dipakai untuk merenovasi rumah mereka, Frogmore Cottage senilai sekitar US$ 3 juta. Dana renovasi itu berasal dari para pembayar pajak warga Inggris.
Dikutip dari Reuters, keduanya tidak lagi menerima dana dari kerja-kerja kerajaan. Pangeran Harry juga mundur dari kewajiban istana termasuk militer dan tidak lagi mewakili Ratu Elizabeth II.
“Harry, Meghan dan Archie selalu akan sangat dicintai anggota keluarga saya. Saya memahami tantangan yang mereka alami sebagai hasil dari pengawasan ketat selama dua tahun terakhir dan mendukung keinginan mereka untuk hidup lebih mandiri,” kata Ratu Elizabeth II dalam pernyataannya, Minggu (19/1).
Ratu juga berterima kasih kepada semua pekerjaan yang didedikasikan kepada negara. “Saya khususnya bangga bagaimana Meghan secara cepat menjadi satu keluarga,” ujar Ratu.
Menurut sumber, Pangeran Harry dan Meghan akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Amerika Utara dan belum menandatangani satu kesepakatan komersial.
Sementara pasangan ini tidak lagi menerima dana publik Inggris, maka Pangeran Charles, ayah Pangeran Harry akan mendukung keuangan anak, menantu, dan cucunya.
Baca juga: Buka Hotel di Scotlandia Pangeran Charles Tawarkan Menginap Ala Kerajaan
Istana Buckingham memberitahukan Pangeran Harry tidak boleh lagi terlibat dalam semua aktivitas militer Inggris, profesi yang dulu paling disukai putra bungsu pasangan Pangeran Charles dan Putri Diana.
Pangeran Harry yang dilaporkan Daily Mail, 19 Januari 2020, mendapat gelar militer sebagai Kapten Jenderal Marinir Kerajaan Inggris.
Ratu Elizabeth II memberikan gelar ini pada cucu kesayangannya itu pada Desember 2017 untuk menggantikan Duke of Edinburg, gelar krajaan untuk suaminya, Pangeran Philip.
Pangeran Harry menjalani pelatihan militer di Sandhurst dan bekerja sebagai tentara di Household Cavalry’s Blues and Royals pada April 2006.
Harry yang disapa rekan kerjanya di angkatan bersenjata Inggris sebagai Kapten Wales pernah terlibat dalam dua operasi militer, yakni di Afganistan sebagai komanden heli Apache. Operasi miltier kedua di Helmand, tahun 2012.
Satu hari kepada rekan kerjanya, Pangeran Harry berujar: Saya punya yang terbaik dari kedua dunia. Saya mampu melakukan semua ini. Saya bisa menerbangkan helikopter. Saya mampu menyoroti pekerjaan yang saya kerjakan.”
Keputusan Pangeran Harry mundur dari anggota kerajaan Inggris seketika memunculkan kritik dari para veteran rekannya. Harry dan istrinya, Meghan Markle mengatakan mereka ingin mandiri secara finansial tanpa menyandang gelar kerajaan atau menikmati uang dari pembayar pajak warga Inggris.
Mantan kapten di Layanan Kapal Khusus, mengatakan pekan lalu bahwaia daan rekan militernya tidak akan bersulang untuk Pangeran Harry jika dia berusaha mendapatkan uang dari posisi kerajaan dengan usaha komersial. (lna)

Leave a Reply