Kebakaran Hutan di Australia Makin Parah, WNI Diimbau Tinggalkan Kawasan

Kebakaran hutan di Australia | Foto: metro.co.uk

JoSS, NEW SOUTH WALES – Dua negara bagian terpadat di Australia, New South Wales (NSW) dan Victoria, mengalami kehancuran di pantai timur mereka akibat kebakaran besar yang telah menghancurkan lebih dari 1.500 rumah dan merenggut 23 nyawa sejauh ini.

Seperti diketahui, Australia telah beberapa pekan mengalami kebakaran hutan yang meliputi lebih dari 60 ribu meter persegi. Dari jumlah meninggal tersebut, sebanyak 17 orang di antaranya berada di New South Wales.

New South Wales dan daerah di sekitarnya di Victoria hancur karena kebakaran hutan pada malam pergantian tahun baru. Otoritas setempat juga sudah memperingati angka itu bakalan bertambah seiring dengan kondisi kebakaran yang bertambah luas.

Terkait hal itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia (kemenlu) melalui platform sarana informasi yang dikembangkan untuk kebutuhan wisata, studi, dan bekerja bernama Safe Travel mengeluarkan ‘Tourist Leave Zone’.

Baca juga: RI Tegaskan Tak Akui 9 Titik Imajiner China di Natuna

Kebijakan tersebut adalah mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) agar tidak bepergian ke kawasan tertentu di Australia terkait kebakaran hutan.

Situs safetravel.id menyatakan pada 4 Januari, New South Wales Rural Fire Service telah mengumumkan wilayah New South Coast antara Batemans Bay dan perbatasan Victoria adalah ‘Tourist Leave Zone’.

“Kami mengimbau Anda yang berada di Australia untuk tidak bepergian ke daerah tersebut,” tulis Safe Travel.

Selain itu WNI juga diimbau meninggalkan lokasi yang dimaksud sebelum kondisi cuaca semakin buruk. Perkembangan situasi kebakaran hutan di lokasi bisa dipantau melalui akun Twitter @NSWRFS dan Live Traffic NSW untuk informasi penutupan jalan.

Dalam situasi darurat, perwakilan RI di Australia, dapat dihubungi setiap saat (24/7) melalui Hotline/HP: KBRI Canberra : 0450 475 094, KJRI Sydney : 0423 760 106, KJRI PERTH : 0499 772 978, KJRI Melboiurne: 0477 007 075 dan KRI Darwin : 0438 843 040.

KBRI di Canberra mengeluarkan prediksi pada Minggu (5/1) status api bakal ‘high’ lalu ‘low moderate’ pada Senin (6/1), dan kembali ‘high’ pada Selasa (7/1). Bila berada dalam situasi darurat WNI di Australia dapat menghubungi nomor telepon tersebut yang beroperasi 24 jam. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*