
JoSS, JAKARTA – Helmy Yahya menegaskan ke lima point terkait alasan pemecatan dirinya yang disampaikan Dewan Pengawas TVRI tidak relevan. Di antaranya soal pembelian hak siar Liga Inggris yang dinilai tidak transparan.
Seperti diketahui, Helmy Yahya resmi dipecat dari jabatan Dirut, KAmis (16/1) dalam Surat Keputusan (SK) Dewas LPP TVRI Nomor 8 Tahun 2020. Ada lima alasan yang membuat Helmy dipecat, salah satu alasannya pembelian program siaran berbiaya besar yaitu Liga Inggris.
“Saudara tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai pembelian program siaran berbiaya besar antara Liga Inggris dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran TVRI,” bunyi alasan pada SK tersebut.
Helmy menjelaskan bahwa Dewas tahu bagaimana proses pembelian hak siar Liga Inggris. Dengan begitu alasan pemecatan dirinya sebagai Direktur Utama TVRI yang tertulis dalam SK dari Dewas ia anggap tidak relevan.
“Alasan itu tidak tepat dan berbeda dengan yang sebenarnya terjadi. Dewas mengetahui proses TVRI memperoleh hak siar Liga Inggris. Bahkan, Ketua Dewas Arief Hidayat hadir dalam peluncuran Liga Inggris,” katanya sambil menunjukkan foto kepada media, Jumat (17/1).
Lebih lanjut dia menjelaskan, setiap stasiun televisi di dunia ingin memiliki killer content atau konten yang membuat orang menonton televisi, seperti Liga Inggris.
TVRI dipercaya memegang hak siar Liga Inggris di Indonesia karena memiliki jangkauan lima kali lebih besar ketimbang stasiun televisi lain.
“Akhirnya kami kerja sama dengan Mola TV. Saya enggak percaya, anggaran enggak ada tetapi bisa dapat. Ada yang bertanya kok bisa dapat, saya hanya menjawab ini rezeki anak soleh,” kata Helmy.
Baca juga: Dicopot Dari Dirut TVRI, Helmy Yahya: SK Pencopotan Cacat Hukum
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Program TVRI Apni Jaya Putra, menjelaskan kronologi pembelian hak siar Liga Inggris kepada Dewas.
Penjelasan secara informal disebut telah disampaikan kepada anggota Dewas, Pamungkas Trishadiatmoko, dan sudah disampaikan secara formal lewat rapat pada 17 Juli 2019 yang dipimpin oleh Arief dan dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan semua anggota Dewas, kecuali Moko yang kala itu ada kegiatan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
“Kepada Dewas [dalam rapat itu], dilaporkan jenis kerja sama, kemudian harga, pendapatan, dan sistem. Dewas memberikan arahan melalui SK Dewas Nomor 127 Tanggal 18 Juli 2019 yang berisikan emat arahan,” kata Apni.
Selanjutnya, Direktur Keuangan TVRI, Isnan Rahmanto, memberikan penjelasan pengelolaan keuangan Liga Inggris. Hal ini karena Dewas mempermasalahkan pelaksanaan tertib administrasi anggaran dalam SK pemecatan Helmy.
Isnan menjelaskan bahwa TVRI menerima anggaran dari pemerintah yang disusun setiap tahun. Sementara itu, pembelian hak siar Liga Inggris terjadi pada pertengahan 2019 yang berarti belum ada penganggaran untuk siaran tersebut.
“Kami putuskan anggaran [pembelian hak siar Liga Inggris] dimungkinkan dibiayai lewat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang didapat TVRI. Kami usahakan untuk membiayai program ini,” kata Isnan.
Helmy juga memberikan penjelasan terhadap empat alasan lain dan menyebut punya bukti kuat bahwa lima alasan pemecatan dirinya tidak tepat.
Helmy Yahya mengatakan akan mengambil langkah hukum untuk menghadapi pemecatan dirinya sebagai Dirut TVRI. Ia menunjuk Chandra Hamzah dan Wibowo Mukti sebagai kuasa hukum. (lna)

Leave a Reply