Tinggalkan Filipina Badai Phanfone Menuju Laut China Selatan

JoSS, MANILA – Badai Phanfone mulai menjauh ke Laut China Selatan setelah menghantam 260 ribu rumah penduduk dan menewaskan 41 orang di kawasan tengah Filipina sejak Rabu (25/12) dini hari.

Seperti dilansir AFP, Senin (30/12), Topan Phanfone meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah pulau di kawasan Visayas. Lokasi itu menjadi tujuan pariwisata.

Di antara para korban yang meninggal itu terdapat tiga awak kapal yang terbalik akibat angin kencang, seorang polisi yang tewas tersetrum karena tiang listrik roboh, dan seorang lelaki yang tertimpa pohon.

“Kami berharap tidak menemukan lagi korban jiwa,” kata Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Filipina, Mark Timbal.

Timbal menyatakan sampai saat ini mereka masih mencari 12 penduduk yang dilaporkan hilang. Sementara itu, sekitar ribuan orang masih mengungsi di penampungan.

Badai itu diperkirakan menghancurkan 260 ribu rumah penduduk. Sedangkan kerugian akibat kerusakan di bidang pertanian dan infrastruktur diprediksi mencapai USD21 juta (sekitar Rp292,7 miliar).

Baca juga: Film Ip Man 4: The Finale Diboikot di Hong Kong, Ada Apa?

Seperti dikutip dari CNNIndonesia, jaringan listrik dan telepon di sebagian besar kawasan yang diterjang Topan Phanfone sampai saat ini masih putus. Topan Phanfone, yang oleh penduduk setempat dijuluki Ursula, adalah topan yang ke-21 yang menghantam Filipina.

Badai yang menyapu kawasan tengah Filipina pada Rabu (25/12) itu bergerak dengan kecepatan hingga 200 kilometer. Badai tersebut meluluhlantakkan desa-desa terpencil tepat di hari Natal.

Badai Phanfone menerjang ketika ratusan ribu orang tengah merayakan Natal. Puluhan ribu penduduk yang tinggal di pantai dan daerah dataran rendah telah dievakusi. Mereka terpaksa merayakan Natal di pengungsian.

Tidak hanya itu, badai membuat layanan pesawat dan feri dibatalkan. Badai juga menghantam tujuan wisata populer Filipina, pulau Boracay. Kawasan itu terkenal dengan pantai pasir putih dan berhasil menarik lebih dari satu juta wisatawan per tahun.

Pohon-pohon kelapa di Boracay dilaporkan tumbang. Pun jendela-jendela di sejumlah resor hancur. Namun tidak ada korban jiwa di sana.

Filipina rata-rata dilanda sekitar 20 badai per tahun. Dan Phanfone menjadi badai ke-21 yang melanda negara itu sepanjang 2019. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*