
JoSS, PARIS – Hampir seluruh transportasi umum, sebagian sekolah hingga menara Eiffel berhenti beroperasi setelah serikat pekerja dari sejumlah perusahaan dan asosiasi guru di Prancis melakukan aksi mogok kerja mulai Kamis, (5/12).
Seperti dilansir Associated Press, aksi mogok massal itu dipicu rencana Presiden Emmanuel Macron untuk mengubah aturan jam kerja untuk pegawai yang bekerja di sektor layanan masyarakat.
Para pekerja khawatir perubahan itu akan menambah jam kerja mereka dan memangkas nilai jaminan pensiun. Untuk membujuk para pemimpin serikat, Kementerian Perhubungan Prancis menyatakan akan berunding demi meredakan ketegangan.
“Kami berhak atas cuti yang ditanggung selama lima pekan, sistem jaminan kesehatan, Itu adalah hak orang-orang yang berjuang dan mengorbankan diri setiap hari,” kata seorang anggota Serikat Buruh Kereta Api, Gilles Pierre.
Sejumlah sekolah dan stasiun kereta tutup akibat mogok massal. Begitu juga dengan operasional Menara Eiffel dan Museum Louvre yang terhenti.
Dikutip dari CNNIndonesia, Kepolisian Paris mengerahkan 6,000 anggota untuk mengatur lalu lintas dan membantu mengangkut warga. Sejumlah stasiun kereta bawah tanah tutup berdampak terhadap meningkatnya kepadatan lalu lintas.
Banyak calon penumpang memutuskan menggunakan sepeda atau skuter listrik. Beberapa karyawan yang tinggal di pinggiran Paris memilih bekerja di rumah atau libur ketimbang tidak bisa mendapatkan transportasi.
Baca juga: Kisruh Terus, Empat Ribu Warga Hong Kong Eksodus ke Taiwan
Menurut operator kereta cepat Prancis, SNCF, mereka terpaksa menunda 9 dari 10 perjalanan kereta. Sedangkan maskapai Air France menyatakan mogok massal itu membuat mereka memangkas jadwal penerbangan sebanyak 30 persen.
Sejumlah monumen di Paris juga ditutup dan membuat para pelancong membatalkan kunjungan mereka. Polisi juga meminta seluruh wilayah perkantoran, gerai toko, kafe dan restoran untuk tutup karena khawatir akan terjadi bentrokan dengan demonstran.
Polisi sudah menerbitkan peringatan larangan berunjuk rasa di kawasan Champs-Elysees, Istana Kepresidenan, kompleks parlemen, dan Katedral Notre-Dame.
Kelompok Rompi Kuning menyatakan akan bergabung dalam unjuk rasa serikat buruh.
Macron menganggap rencana pengubahan sistem pensiun sangat penting bagi rakyat dan supaya bisa bersaing dengan negara lain. Akan tetapi, tidak ada yang bisa memastikan sampai kapan aksi mogok ini akan berlangsung.
Serikat buruh berharap mereka bisa melakukan mogok selama sepekan demi menekan pemerintah.
Salah satu anggota serikat buruh lainnya, Pierre (41), menyatakan sistem jaminan pensiun saat ini sudah sangat baik. Terutama bagi mereka yang harus bekerja di akhir pekan atau hari libur nasional. (lna)

Leave a Reply