
JoSS, SEMARANG – Film Joker yang dibintangi Joaquin Phoenix telah tayang perdana di bioskop Indonesia mulai Rabu (2/10), demikian juga di pasar internasional seperti di Rusia, Brasil, Italia, dan Australia pada 3 Oktober 2019.
Sedangkan sejumlah negara baru akan menyaksikan Joker pada Jumat (4/10), yaitu Spanyol, Inggris Raya, Jepang, Meksiko, dan Amerika Utara.
Joker disutradarai oleh Todd Phillips yang menceritakan kisah Arthur (Joaquin Phoenix), seorang komedian gagal yang menjadi penjahat psikopat. Film ini juga dibintangi Zazie Beetz, Marc Maron, Bill Camp, dan Robert De Niro.
Joker berfokus pada perjalanan sosok komedian gagal, Arthur, pria yang diabaikan oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji.
Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up. Hidupnya kerap dirundung pilu.
Hal itu diperjelas dalam trailer, kala berusaha menghibur seorang anak kecil di dalam bus sekalipun raut muka Arthur Fleck terlihat sedang diliputi rasa kecewa dan putus asa. Ia kemudian dihardik oleh ibu si anak karena dianggap mengganggu.
Selain itu, pekerjaannya sebagai badut yang bertugas memegang papan penanda di jalanan membuatnya dirundung, bahkan pernah sampai terkapar di sebuah gang. Arthur Fleck tampak terbiasa diperlakukan tak adil oleh lingkungan sekitar.
Baca juga: Tayang Perdana di New York Film Joker, Bioskop Dijaga Ketat Aparat Kepolisian, Ini Alasannya
Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan Robert De Niro lewat siaran TV nasional. Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh.
Arthur mengubah identitas dirinya dengan menjadi Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat.
Penayangan Joker menuai banyak reaksi baik dari dunia perfilman maupun masyarakat umum di Amerika Serikat.
Industri perfilman bersuka cita menyambut film ini dengan pujian kritikus dan tepuk tangan meriah di Venice Film Festival usai menayangkan film ini pertama kali. Laman agregator Rotten Tomatoes mencatat nilai baik untuk film ini, yaitu 73 persen.
Namun Angkatan Darat AS dan Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) berencana akan waspada dan berjaga-jaga saat pemutaran perdana film Joker. Satu bioskop disebut sudah melarang penonton datang memakai kostum.
Hal ini dilakukan setelah peristiwa penembakan massal terjadi di penayangan film Batman, The Dark Knight Rises, pada 2012 silam di Colorado. Saat itu, 12 orang tewas akibat peluru panas yang dilepaskan secara membabi-buta oleh seorang pria dari depan layar bioskop. (lna)

Leave a Reply