Jadi Menkes, Terawan Diminta Selesaikan Sengkarut BPJS dan Masalah Stunting

Menteri Kesehatan dokter Terawan Agus Putranto | Foto: suarasurabaya.net

JoSS, JAKARTA – Silang sengkarut yang terjadi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga menimbulkan devisit keuangan yang diperkirakan mencapai Rp29 triliun pada akhir tahun ini, menjadi tugas pertama yang diminta Presiden Jokowi kepada Menteri Kesehatan dokter Terawan Agus Putranto.

Selain itu, Jokowi juga memintanya untuk menyelesaikan persoalan kesehatan tumbuh kembang anak yang kekurangan gizi yakni stunting.

“Prioritas ke depan harus sesuai dengan visi misi Presiden [Jokowi], yaitu semua hal yang mendukung Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau di bidang kesehatan, ya masalah stunting, BPJS terkait pelayanan preventif dan promotif,” ungkap Terawan usai usai pelantikan para jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).

Khusus untuk BPJS Kesehatan, Terawan mengatakan Jokowi sudah memberikan berbagai arahan agar masalah-masalah di sektor kesehatan bisa segera diselesaikan. Ia meminta waktu kepada publik agar bisa memberinya waktu untuk mempelajari seluruh seluk beluk masalah yang membelit BPJS Kesehatan.

“Karena banyak pihak-pihak yang terkait dan intinya bagaimana membuat solusi yang paling wise (bijaksana), yang tidak memberatkan masyarakat dan negara,” katanya.

Baca juga: Ini Harapan Pengusaha Untuk Kabinet Baru Jokowi

Beberapa masalah BPJS Kesehatan, yaitu ketidakcocokan daftar peserta di administrasi dan di lapangan, dugaan manipulasi kelas dan jenis layanan bagi fasilitas BPJS Kesehatan di sejumlah rumah sakit, hingga menumpuknya jumlah tunggakan yang belum dibayar peserta.

Di sisi lain, ia mengatakan Jokowi juga ingin ia bisa menyelesaikan masalah tubuh pendek akibat kekurangan gizi alias stunting. Seperti halnya masalah BPJS Kesehatan, Terawan juga meminta waktu untuk mempelajari hal ini.

“Izin saya cek dulu, karena tiap daerah punya keunikan untuk mengatasinya, tidak mungkin hanya digelontorkan [dana] begitu saja. Itu akan hilang, akan musnah, anggarannya harus betul-betul tepat sasaran, waktu, dan guna,” terangnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*